Sukses

Top 3 Berita Hari Ini: Kapten Pilot Lion Air Nyabu

Kupang - Top 3 berita hari ini, Satnarkoba Polres Kupang Kota menangkap seorang pilot dari maskapai Lion Air berpangkat kapten di sebuah hotel di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sabu seberat 0,3 gram juga berhasil diamankan.

Rama, Plt Humas Lion Air menjelaskan, jika sang pilot saat itu baru saja selesai bertugas dan posisinya sedang beristirahat.

Sementara di Karawang, Jawa Barat, akibat kebiasaan menghabiskan makanan katering sisa hajatan pengantin, tubuh seorang pria naik jadi tiga kali lipat. Dari 110 kilogram menjadi 310 kilogram.

Hadi pun sangat terperanjat dengan berat tubuhnya yang semakin membesar tanpa bisa dikontrol. Sampai suatu hari dia memutuskan untuk pergi ke dokter. Namun di situ dia terkendala biaya, sampai akhirnya kini mendapat bantuan biaya pengobatan di RSUD Karawang.

Berikut berita terpopuler dalam Top 3 Berita Hari Ini

1. Kapten Pilot Lion Air Tertangkap Tangan Gunakan Sabu

Ilustrasi Narkoba

Kapten pilot Lion Air itu berinisial MS (48). Dia ditangkap di T-More Hotel Kupang, sekitar pukul 21.20 Wita. Polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 0,3 gram.

Lion Air membenarkan pilot yang ditangkap tersebut dari maskapainya.

Beberapa bulan lalu, Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap satu pilot yang kedapatan positif narkoba usai sidak tes urine di Bandara Internasional Lombok, NTB. Dari tangan tersangka berinisial RS (30), penyidik menemukan tanda pengenal maskapai Lion Air.

RS disebutkan telah mengonsumsi narkotika jenis ganja sintetis dengan nama hashish. Barang haram itu disebut memiliki pengaruh yang lebih keras dibandingkan dengan ganja biasa.

Selengkapnya...

2. Rutin Melahap Sisa Makanan Katering, Berat Badan Yudi Naik 310 Kg

Yudi Hermanto, (baju hijau) pria berbobot 310 kg kini sedang menjalani perawatan di RSUD Karawang. (Aef Saepulloh/Pasundan Ekspress)

Sejak setahun terakhir, dia selalu memakan sisa katering hajatan pasangan pengantin yang menjadi pelanggan tempatnya bekerja. Kini, ukuran tubuh warga Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat, itu menjadi super jumbo.

Yudi menceritakan, setahun lalu berat badannya hanya 110 kilogram. Kini, berat badannya naik tiga kali lipat menjadi 310 kilogram.

"Saya baru tahu kalau badan saya sedemikian berat. Sebab, timbangan di rumah sudah tidak cukup untuk menimbang saya lagi," katanya.

Yudi mulai bingung dengan pertumbuhan badannya yang semakin pesat. Dia sempat meminta orangtuanya mengantar ke dokter. Namun, karena tidak punya uang, dia biarkan penyakitnya terus tumbuh.

Selengkapnya...

3. Cerita Hidup Sepasang Orangtua dan 6 Anak di Gubuk 3x2 Meter

Dari enam anak yang menghuni gubuk berukuran 3x2 meter persegi itu, hanya seorang saja yang bersekolah. (Liputan6.com/Aldiansyah Mochammad Fachrurrozy)

Sebuah gubuk berukuran 3x2 meter di Desa Owata, Kecamatan Bulango Ulu, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, ditinggali oleh pasangan suami istri bersama keenam anaknya.

Tak banyak yang bisa dijumpai di gubuk ini. Selain "ruang utama", di bagian belakang gubuk hanya ada dapur tanpa sekat dinding.

Untuk kebutuhan sehari-hari, Ria mengaku hanya mengandalkan hasil kebun seperti singkong dan jagung untuk dimakan. Kondisi ekonomi yang serba kekurangan membuat keluarga itu memang tak selalu bisa membeli beras.

I Wayan Lanawa, Camat Bulango Ulu, Kabupaten Bone Bolango, mengatakan sebenarnya pemerintah sempat memberikan bantuan bahan bangunan senilai Rp 15 juta.

Selengkapnya...

Saksikan video pilihan di bawah ini: