Sukses

Jelang Pernikahan Kahiyang Ayu, Tukang Becak Puasa Minum Es

Liputan6.com, Solo - Sebanyak 50 tukang becak yang tergabung dalam Forum Komunikasi Keluarga Becak (FKKB) Kota Solo, Jawa Tengah siap melayani tamu Presiden Joko Widodo pada resepsi pernikahan putrinya Kahiyang Ayu, Rabu, 8 November 2017. Para penarik becak itu mempersiapkan diri sungguh-sungguh.

Salah satu pengemudi becak Rahmadi mengaku senang bisa turut mangayubagya alias menyambut dan mendukung pernikahan putri presiden. Dia mengatakan telah melakukan beberapa persiapan fisik untuk menjaga kesehatan.

"Tidak minum es agar tidak masuk angin," katanya, dilansir Antara.

Hal yang sama dilakukan Sarsiman, tukang becak yang biasa mangkal di depan Sami Luwes. Dia akan menjaga kesehatan serta pola hidup sehat menjelang hari pelaksanaan pernikahan tersebut. Sebab ia ingin kondisinya sehat dan bisa ikut memeriahkan pernikahan yang digelar pada 8 November 2017.

"Saya akan mengurangi kegiatan di malam hari karena biasanya suka melek (begadang)," ujar dia.

Dia mengaku senang dan bangga karena dilibatkan dalam prosesi pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution. "Ini baru pertama ikut menarik becak dalam acara pernikahan putrinya Pak Jokowi. Saya nanti bertugas mengantar para tamu yang turun dari bus ke gedung," katanya.

Untuk kelancaran melayani tamu pernikahan Kahiyang Ayu, sebelumnya para penarik becak itu menjalani pemeriksaan kesehatan pada Rabu 1 November 2017. Mereka libur menarik becak untuk menjalani serangkaian tes kesehatan seperti tes tekanan darah, tes gula, dan lainnya.

"Pemeriksaan kesehatan seperti ini sangat bagus karena untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Dari hasil cek tensinya tinggi tapi gula darah bagus," kata Sarsiman.

Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah, juga akan menyeragami 50 pengayuh becak yang bertugas. Dengan atasan batik, mereka juga diharuskan memakai bawahan celana panjang berwarna gelap dan bersepatu.

"Ya agar seragam, supaya bagus dan pantas saat menyambut tamu," kata Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo di sela pemberian seragam batik kepada para pembecak di Rumah Dinas Wali Kota Loji Gandrung Solo, Sabtu 4 November 2017.

Selain memberikan seragam, Rudy juga berpesan kepada para pembecak agar bertugas dengan baik terutama saat melayani penumpang yang merupakan tamu-tamu penting.

"Harus rapi, terutama harus sopan terhadap para tamu," katanya.

Nantinya, ia akan mengawasi secara langsung proses perjalanan tamu dari lokasi parkir menuju gedung. Ia berharap agar para pembecak bertanggung jawab atas tugasnya masing-masing.

Wali kota juga membagikan seragam kepada 54 petugas kebersihan dan 144 anggota Linmas yang juga bertugas pada rangkaian acara pernikahan Kahiyang Ayu. "Khusus petugas kebersihan mendapatkan dua potong baju batik karena pekerjaan mereka dari pagi hingga malam hari," katanya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

 

 

 

2 dari 2 halaman

Ritual Cuci Becak

Para tukang becak yang akan mengantar tamu ppernikahan Kahiyang Ayu melakukan ritual menyucikan becak, Jumat 3 November 2017. Untuk itu, mereka berkumpul di halaman Omah Sinten. Satu per satu para penarik becak itu mengecek kondisi becaknya, mulai dari cek roda, rantai, jok, onderdil, dan lainnya.

Semua kotoran yang menempel di becak pun digosok menggunakan sikat cuci hingga bersih. Setelah itu, mereka membilasnya dengan air bersih. Sehabis dilap hingga kering, para abang becak langsung menyemprotnya dengan pewangi. Hal itu dilakukan supaya para tamu yang akan menumpang becaknya merasakan nyaman dan harum.

Koordinator Paguyuban Becak Solo, Sardi Ahmad mengatakan, acara ritual memandikan becak ini sebagai bentuk persiapan para penarik becak untuk membawa para tamu yang akan hadir dalam resepsi pernikahan putri Presiden Jokowi.

"Ini bagian dari persiapan sebelum digunakan pada hari H nanti supaya becaknya bersih," kata dia di Solo.

Selain mencuci, Sardi menambahkan, para penarik becak itu juga mengecek kondisi becaknya, seperti rantai, sekrup, roda ban, bearing dan lainnya. "Jika ada rantai yang kondisinya tua harus diganti. Jadi, ini perawatan semuanya biar nanti acaranya lancar," harapnya.

Sementara itu, salah satu penarik becak, Siswanto berharap, dengan mencuci becak miliknya, para tamu nanti bisa merasa nyaman saat duduk diantar menuju lokasi pernikahan. "Sudah saya cuci dan juga saya gosok supaya tidak kotor dan terlihat bersih," kata dia.

Selain dicuci, becak miliknya itu juga sudah dicek kondisinya. Bahkan, ban yang anginnya kurang telah dipompa. Tak hanya itu, bagian tempat duduk untuk penumpang juga sudah disemprot dengan pewangi.

"Semuanya sudah saya cek dan dibersihkan supaya nanti saat dipakai tanggal 8 November nanti tidak rewel," kata dia.

Saat prosesi resepsi pernikahan nanti, Pemerintah Kota Solo menyediakan sebanyak 50 becak. Angkutan roda tiga itu digunakan untuk menjemput dan mengantar para tamu yang turun dari lapangan parkir menuju gedung Graha Sabha Buana.