Sukses

Ramai-Ramai Serbu Uang Lebaran, Waspada Duit Palsu

Liputan6.com, Solo - Berbagai cara dilakukan Bank Indonesia (BI) Solo, Jawa Tengah untuk memanjakan masyarakat dalam penukaran uang menjelang Idul Fitri. Salah satunya dengan membuka layanan penukaran uang lebaran di pusat perbelanjaan.

Pelayanan penukaran uang di The Park Mall Solo Baru diserbu ratusan masyarakat dari berbagai daerah di Sukoharjo, Senin, (12/6/2017).

Warga telah berbondong-bondong mendatangi layanan penukaran uang di area parkir pusat perbelanjaan The Park Mall Solo Baru sejak pukul 08.00 WIB. Padahal jasa penukaran yang difasilitasi BI Solo, Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri baru mulai dibuka pukul 09.00 WIB.

Mereka rela mengantre lama dengan duduk di bawah tenda yang telah disediakan panitia. Sebelum menukarkan uang, warga yang baru datang langsung diminta untuk melakukan registrasi mendapatkan nomor antrian dengan melakukan screening Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada petugas.

Setelah masing-masing mobil kas keliling‎ milik perbankan datang di lokasi, mulai saat itu juga layanan penukaran dimulai. Satu per satu warga mulai antre di masing-masing mobil kas keliling tersebut dengan menunjukkan nomor antrian. Setiap satu orang berhak menukarkan satu paket penukaran uang sebanyak Rp 4,4 juta.

Salah satu warga, Mulyani mengaku sangat senang adanya layanan penukaran uang lebaran di mall ini, pasalnya tidak harus menukarkan di kantor bank.

"Tidak perlu ke kantor bank, karena pihak bank malah yang mendatangi warga di The Park Mall," kata dia.

Dalam kesempatan ini, Mulyani mengaku menukarkan uang sebanyak Rp 4,4 juta sesuai dengan jumlah paket penukaran yang ditawarkan pihak bank. Jumlah tersebut dirasa masih kurang. Untuk itu rencananya ke depan akan kembali ikut menukarkan lagi.

"Ya sebenarnya masih kurang tapi Rabu nanti akan ikut lagi karena akan ada penukaran uang lagi di sini. Uang ini nantinya akan diberikan kepada anak-anak kecil," kata dia.
Banyak warga sangat antusias untuk menukarkan uang lebaran. (Liputan6.com/Fajar Abrori)
Deputi Kepala Perwakilan BI Solo Bidang Advisoru dan Pengembangan Ekonomi Daerah, Taufik Amrozy mengatakan antusiasme warga untuk mendatangi layanan penukaran uang di The Park Mall Solo Baru cukup tinggi. Awalnya, diperkirakan jumlah masyarakat yang menukarkan sekitar 400 orang tetapi ini mencapai 600 orang.

"Lumayan lah orangnya lebih banyak sekitar 600 orang dalam penukaran kali ini. Kita memang ini membuka pelayanan penukaran uang di tempat keramaian seperti ini seperti di The Park Mall," ujar dia.

Taufik menyebutkan jumlah penukaran uang lebaran yang dilakukan pada hari ini di The Park Mall mencapai sekitar Rp 2,2 miliar lebih. Pasalnya, setiap satu orang dijatah menukarkan sebesar Rp 4,4 juta. Untuk pelayanan penukaran hari ini BI kerjasama dengan Bank Mandiri dan Bank BRI.

"Jumlahnya lumayan hari ini, semoga nanti pada hari Rabu jumlahnya akan kembali banyak karena akan ada 3 bank umum yang melayani penukaran di sini," harapnya.

1 dari 2 halaman

Waspada Uang Palsu

Hal sama juga dipersiapkan Kantor Perwakilan BI Tegal. Guna memenuhi permintaan masyarakat untuk penukaran uang pecahan baru jelang lebaran ini, Kantor Perwakilan BI Tegal menyiapkan uang pecahan kecil baru sebanyak Rp 4,5 Triliun.

Hingga pekan kedua jelang lebaran, sebanyak Rp 1,5 triliun telah terdistribusi ke bank-bank umum di tujuh daerah eks Karesidenan Pekalongan.

Kepala Kantor Perwakilan BI Tegal, Joni Marsius, memastikan penukaran uang pecahan kecil bisa dilakukan setiap hari. Penukaran dilayani di bank umum di seluruh wilayah eks Karesidenan Pekalongan.

Ia memastikan, uang pecahan kecil yang tersedia sangat mencukupi. Namun masyarakat diminta tidak menukarkan uang melebihi ketentuan.

"Ada batasan maksimal uang yang bisa ditukarkan warga per harinya," imbuhnya.

Sejak Januari-Mei 2017, BI Tegal mencatat jumlah uang beredar senilai Rp 3,693 triliun. Jumlah uang yang masuk kembali ke BI Tegal sebesar Rp 2,384 triliun.

Dari jumlah tersebut, hampir 80 persennya dinyatakan tidak layak edar. BI Tegal pun memusnahkan uang tak layak senilai Rp 1,309 triliun.

"Dibanding tahun lalu, jumlah uang yang telah keluar dari BI Tegal Rp 8,811 triliun," ucapnya.

Sementara itu, Analis Unit Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan KPW BI Tegal, Tulus menambahkan, jumlah penarikan uang akan meningkat seiring jadwal aturan penyerahan Tunjangan Hari Raya (THR) pada 15 Juni hingga 17 Juni mendatang.

Stok sebanyak Rp 3 triliun masih bisa ditarik hingga tanggal 23 Juni 2017.

"Jadi untuk stok kami jamin mencukupi. Begitu juga di ATM, stoknya kami jamin aman, dan akan buka selama liburan. Tapi uang yang kami siapkan, tidak seluruhnya uang baru karena stok uang cetakan lama masih banyak. Tapi uang emisi baru tetap ada pendistribusian untuk uang kecilnya," ucap Tulus.

Bagi masyarakat yang ingin menukarkan uang, ia pun mengimbau agar langsung melakukan penukaran lewat perbankan dan tidak menukarkan melalui jasa penukaran uang di luar perbankan.

Sebab selain resiko adanya uang palsu, jika menukar di luar perbankan maka nominal uang yang diterima biasanya akan dikurangi sebagai jasa penukaran.

Dari data BI, Tulus mengungkapkan bahwa Kota Pekalongan menjadi wilayah dengan distribusi uang tertinggi di eks Karesidenan Pekalongan. Pada tahun 2016, BI mendistribusikan fresh money sebesar Rp 9 triliun di wilayah eks Karesidenan Pekalongan.

Berdasar jumlah tersebut, 30 persen di antaranya beredar di Kota Pekalongan. Darii jumlah yang diedarkan tersebut, sebanyak Rp 7 triliun kembali ke BI dan 50 persen di antaranya dalam kondisi rusak, sehingga harus dimusnahkan.

Kemudian untuk tahun 2017 sampai bulan Mei, BI juga sudah mengedarkan uang sebanyak Rp 3 triliun. Dari jumlah itu, 80 persen diantaranya kembali dan harus dimusnahkan karena dalam kondisi rusak.

Selain terkait penukaran uang, ia juga berpesan agar selalu waspada terhadap keberadaan uang palsu menjelang Lebaran ini.

Tahun ini, BI Tegal sudah melakukan verifikasi terhadap 1.777 lembar bilyet uang palsu hasil setoran masyarakat lewat perbankan. Jumlah itu, di luar uang palsu yang diverifikasi dan dilaporkan ke kepolisian.

"Untuk meminimalisir, kami terus lakukan sosialisasi kepada berbagai elemen masyarakat bagaimana ciri uang asli, dan bagaimana cara membedakan dengan uang palsu," katanya.