Sukses

UNBK di Berbagai Kota, Mati Lampu hingga Sibuk Tangkal Hoax

Liputan6.com, Prabumulih - Dari 17 kabupaten/kota yang serentak mengikuti ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah atas (SMA), hanya Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, yang konsisten dalam menerapkan satu sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Pencapaian 100 persen UNBK di kota ini ternyata tak lepas dari bantuan para wali murid.

Menurut Kadisdik Kota Prabumulih M Rasyid, para wali murid di berbagai sekolah secara sukarela meminjamkan laptop untuk memudahkan siswa melaksanakan UNBK.

"Dengan ini, kita bisa mencapai 100 persen UNBK baik di tingkat SMA, SMK dan Madrasah Aliyah," kata dia kepada Liputan6.com, Senin, 10 April 2017.

Setelah mendapatkan pinjaman laptop, pihak sekolah langsung memasang antivirus untuk membersihkan indikasi gangguan saat pelaksanaan UNBK. Barulah laptop pribadi wali murid itu digunakan para siswa.

Karena jumlah fasilitas komputer dan laptop wali murid minim, para siswa bisa secara bergantian menggunakan fasilitas ini. Bahkan, para siswa bisa menggunakan fasilitas di sekolah lain untuk mengikuti UNBK.

"Sekolah yang belum dilengkapi fasilitas komputer bisa bekerja sama dengan sekolah lain. Jadi, para siswanya bisa bergantian menggunakannya," ucap dia.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumsel Widodo mengatakan UNBK yang digelar di kota Prabumulih tidak diterapkan untuk UN Paket C dan UN Sekolah Luar Biasa (SLB).

Sebanyak 34.182 siswa dari 251 SMA di Sumsel mengikuti UN berbasis online. Sedangkan, sekolah yang menerapkan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNBKP) hanya sebanyak 303 SMA dengan 26.886 siswa

Berbagai kendala yang masih dihadapi peserta UNBK adalah kurangnya fasilitas komputer dan jaringan internet yang lambat.

"Ada juga yang terhambat karena loading internetnya buruk, jadi ikut UN susulan," ujar Widodo usai memantau UNBK di SMA Negeri 1 Palembang.

Beberapa kawasan yang masih banyak menggunakan UNKP adalah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan dan Musi Rawas (Mura).

Untuk menyukseskan perhelatan UNBK, Kepala SMA Negeri 1 Palembang Nasrun Bani sudah menyiapkan satu unit mesin genset berdaya 20.000 Watt.

"Kita juga sudah melakukan simulasi jika terjadi pemadaman listrik dengan menggunakan mesin genset. Ada sebanyak 150 unit komputer yang bisa digunakan siswa," kata dia.

Selain di sini, sejumlah daerah juga menggelar UNBK. Berikut catatannya.

2 dari 5 halaman

Kalteng Jamin Tak Ada Kebocoran Soal UN

Dinas Pendidikan Kalteng menjamin tidak akan ada kebocoran dalam ujian nasional (UN) Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) 2017, baik yang berbasis komputer (UNBK) maupun berbasis kertas pensil (UNKP).

"Kami dari dinas pendidikan meminta siswa jangan terpengaruh dengan isu kunci jawaban karena kami yakin soal ujian nasional kita tidak bocor dan kunci jawaban itu tidak benar alias palsu," ujar Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Kalteng Hamka, Senin, 10 April 2017.

Ia meminta siswa tetap fokus mengerjakan soal seperti saat uji coba. Sebelumnya, para siswa mengikuti uji coba UN, baik yang digelar pihak sekolah maupun pihak musyawarah kerja kepala sekolah yang ada di kabupaten dan kota.

"Untuk UNBK, kita sudah menyelenggarakan simulasi dan bahan ujian sekolah berbasis komputer. Walaupun memang ada beberapa masalah, kami yakin dalam penyelenggaraan akan berjalan baik," tutur dia

Dalam mempersiapkan pelaksanaan UN, terutama UNBK, Dinas Pendidikan Kalteng telah berkoordinasi dengan PT PLN dan PT Telkom. Selain itu, pihaknya juga akan memantau langsung pelaksanaan UN, terutama di titik yang dianggap rawan terjadi masalah.

"Kita telah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terutama pihak kabupaten/kota untuk melakukan pemantauan langsung terkait UN," ucap dia.

Pihaknya berharap pelayanan UN yang dijadwalkan berlangsung selama 10-13 April 2017 itu dapat berjalan lancar tanpa ada kendala dan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Adapun jumlah SMA/MA yang menjadi peserta UN 2017 sebanyak 19.342 siswa yang terbagi dalam UNBK sebanyak 5478 siswa dan yang UNBKP sebanyak 13864 siswa.

3 dari 5 halaman

Siswa Brebes Bawa Laptop Sendiri

Raut wajah tegang terlihat dari beberapa peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Pada Senin, 10 April 2017 itu merupakan hari pertama pelaksanaan UNBK dan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) serentak tingkat SMA dan MA. Soal yang dikerjakan para siswa kelas XII di hari pertama itu adalah Bahasa Indonesia.

Menurut salah seorang siswa, karena jumlah fasilitas perangkat komputer yang terbatas di sekolah, pihak sekolah mengimbau kepada siswa yang memiliki laptop untuk dibawa dan dipergunakan sebagai cadangan jika sewaktu-waktu terjadi masalah ataupun kendala pada komputer di sekolah.

Dari ratusan sekolah yang melaksanakan ujian hari ini, sedikitnya 10 sekolah baik negeri maupun swasta melaksanakan UNBK.‎ Mereka mengikuti UNBK di masing-masing sekolah.

Kesepuluh sekolah tersebut adalah SMA N 1 Banjarharjo, SMA Negeri 1 Brebes, SMA Negeri 2 Brebes, SMA Negeri 3 Brebes, SMA Negeri 1 Bulakamba, SMA Negeri 1 Bumiayu, SMA Al Hikmah Sirampog, SMA Walisongo Ketanggungan, SMA Empat Lima Sirampog, dan SMA Mubarokul Ulum Banjarharjo.

Di SMA Negeri 1 Brebes, para siswa mengaku proses ujian berlangsung lancar. Tak ada kendala server, jaringan, atau gangguan teknis lainnya.

"Ya meskipun ini baru pertama kali, UNBK jauh lebih enak. Enggak harus membulatkan Lembar Jawaban Komputer (LJK). Kalau pakai komputer kan tinggal klik, cuman butuh satu detik, lebih hemat waktu," ucap Hanif, siswa kelas XII IPA SMA N 1 Brebes usai mengikuti UNBK di sekolah.

Ia menambahkan, penggunaan UNBK dinilai lebih menghemat waktu hingga 30 menit untuk setiap mata pelajaran yang diujikan. Dengan begitu, ia bisa menyelesaikan seluruh soal dalam satu jam.

"Kalau masih pakai LJK mungkin sampai 1,5 jam," dia menambahkan.

Siswa SMAN 1 Brebes lainnya, Faris Umami menjelaskan mereka sudah berlatih lewat simulasi ujian sehingga saat ujian digelar sudah tak ada lagi kendala.

"Saat simulasi memang masih banyak gangguan. Tapi hari ini, ujian lebih bersih enggak ada gangguan. Lancar sekali Mas tinggal baca soal klik," ucap siswa berkerudung itu.

Ia mengungkapkan kini tinggal mempersiapkan diri untuk ujian paling sulit pada Selasa dan Rabu (11-12 April 2017), yakni mata pelajaran Bahasa Inggris dan matematika.

"Tinggal belajar lagi lebih giat menjelang besok Bahasa Inggris kemudian besoknya lagi matematika. Semoga enggak jauh berbeda dari soal-soal try out kemarin," kata dia.

Ia mengaku, tidak merasa kesulitan dalam pelakasanaan UNBK. Pasalnya, pihak sekolah telah menggelar uji coba empat kali sebelum UNBK digelar kemarin. Ia juga tak merasakan adanya kerusakan dalam sistem komputer yang dia gunakan.

"Waktunya juga cukup, penggunaannya juga enggak sulit," kata dia.

Menurut Faris, UNBK mengubah kebiasaanya saat mengerjakan soal. Jika dalam sistem konvensional dia bisa membuat coretan untuk menyelesaikan soal, ia kini harus fokus menatap layar komputer.

Secara keseluruhan, ia senang akhirnya UNBK tidak menjadi patokan dalam kelulusan. Hal itu membuatnya lebih rileks saat mengerjakan soal ujian.

"Kalau dulu, orang stres banget dan bisa-bisa mau nyontek. Kalau sekarang lebih senang, lakukan sebisanya aja tapi tetap lakukan yang terbaik," ujar Faris.

Dalam kelulusan Ujian Nasional 2017  itu terdapat empat aspek penilaian. Siswa telah menyelesaikan seluruh tahapan pembelajaran mulai dari kelas X, XI, XII, penilaian dari ujian sekolah, UNBK, serta penilaian dan perilaku dan sikap siswa.

4 dari 5 halaman

Tegal Kampanye Antihoax Kebocoran Soal

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal, Jawa Tengah menegaskan isu yang beredar di kalangan masyarakat dan siswa terkait bocoran jawaban Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) itu tidaklah benar.

Pasalnya, dalam dua hari belakangan ini warga dan para siswa kelas XII setempat sempat heboh dengan isu beredarnya jawaban UNBK.

"Kembali kami tegaskan jika kabar beredarnya jawaban UNBK itu hanya isu hoax," ucap Kepala Disdikbud Kota Tegal Johardi, Senin, 10 April 2017.

Menurut dia, kebocoran jawaban UNBK itu tidak mungkin ada dan bisa dikatakan mustahil. "Lebih baik anak-anak mempersiapkan diri untuk mengikuti UNBK yang sudah mulai digelar hari Senin ini tadi untuk tingkat SMA dan Aliyah," dia menambahkan.

Untuk itu, pihaknya, juga mengimbau agar tidak termakan hoax adanya bocoran jawaban. Mengenai UNBK tingkat SMK, Johardi mengatakan pelaksanaan UNBK tingkat SMK di Kota Tegal secara umum tidak bermasalah.

Hanya saja, pada akhir pelaksanaan ujian, terjadi pemadaman listrik selama 6 menit. Namun, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PLN sehingga kejadian tersebut dapat diatasi.

"Selain itu, kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jateng mengenai kejadian tersebut," kata dia.

5 dari 5 halaman

Ujian di Rutan Seorang Diri

Seorang siswa berinisial R yang duduk di bangku sekolah Madrasah Aliyah (MA) di Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terpaksa mengikuti ujian nasional (UN) di rumah tahanan (Rutan) Klas II B setempat lantaran terbelit kasus narkoba, beberapa bulan lalu. Pelaksanaan ujian itu dijaga oleh guru dan pengawas dari pihak terkait.

Dalam ujian nasional (UN) 2017 itu, terdapat dua siswa Sekolah Menengah Atas yang tersandung kasus narkoba. Namun, hanya satu siswa yang menjalani ujian di rutan karena sekolahnya masih menyelenggarakan ujian berbasis kertas dan pensil. Siswa itu berinisial R.

Satu siswa lainnya yang berinisial AF mengikuti ujian nasional di sekolahnya karena berbasis komputer. Sekitar pukul 06.00 WIB, siswa berinisial AF diantar petugas rutan ke sekolah tempat ia menempuh pendidikan untuk mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

"Ada dua siswa yang kebetulan sebagai tahanan di sini. Satu status warga binaan dan satunya status tahanan," kata Kepala Rutan Klas II B Kabupaten Sumenep Ketut Akbar Herry Achjar, Senin, 10 April 2016.

Menurut dia, dalam pelaksanaan UN itu, pihak rutan menyiapkan tempat khusus untuk ujian yang digelar mulai pukul 10.30 WIB. Siapapun yang tidak berwenang tidak boleh mendekatinya agar pelaksanaan ujian berjalan kondusif dan siswa bisa konsentrasi mengerjakan soal ujian.

"Kalau untuk pengawalan sudah tidak perlu, yang penting kita sudah siapin tempat dan ada petugas khusus bagian registrasi dan pembinaan," ujar Ketut.

Disdik mencatat ada 74 lembaga dengan total 4.425 siswa mengikuti pelaksanaan UN SMA tahun ini. Dari jumlah itu, hanya 62 SMA yang menggelar UNBK dengan jumlah siswa sebanyak 3.921 orang. Sisanya yang berjumlah 12 sekolah menggelar UN berbasis kertas dan pensil dengan total siswa sebanyak 504 orang.

"Jumlah itu tersebar tersebar di seluruh daerah ini, baik daratan maupun wilayah kepulauan. Mak,  sekolah yang tidak melaksanakan UNBK bukan berarti sekolahnya tidak siap, melainkan murni lantaran faktor geografis," kata Kepala Cabang Dispendik Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep, Asy'ari.

Sementara, sekolah penyelenggara ujian nasional di bawah naungan Kementrian Agama (Kemenag) daerah ini mencapai 130 lembaga yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP), dan 33 lembaga menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dengan total siswa secara keseluruhan mencapai sekitar sebanyak 3.000 orang.



Loading