Sukses

Dua Mahasiswa Bidik Misi Unsri Tewas Tenggelam di Kolam Kampus

Liputan6.com, Palembang Kegiatan lembaga kemahasiswaan kembali menelan korban. Dua mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), pada Minggu 26 Maret 2017.

Kedua korban adalah Muhammad Taufik Hidayat (18) dan Kigjet (18) yang merupakan mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi 2016. Mereka tercatat sebagai mahasiswa semester 2 di Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS).

Dari informasi yang dihimpun, saat mengikuti kegiatan Latihan Dasar Organisasi (LDO) Leadership pada Minggu sore, sekitar pukul 15.00 WIB, para peserta disuruh menyeberang ke kolam retensi yang berada di belakang kampus Unsri. Diduga karena terperosok ke dalam lumur bekas galian dan tidak bisa berenang, akhirnya kedua korban langsung tenggelam.

Para panitia langsung mencari keberadaan kedua korban. Karena tidak menemukan titik terang, panitia langsung menghubungi warga dan pihak kepolisian. Setelah dilakukan pencarian selama satu jam, kedua korban ditemukan tak jauh dari lokasi tengelamnya dalam keadaan tidak bernyawa.

Menurut Kapolres Ogan Ilir, AKBP Arief Riva’i, jenazah kedua korban langsung dibawa ke Puskesmas Indralaya dan dilakukan visum lebih lanjut. “Kita masih mendalami kasus ini,” ujarnya kepada Liputan6.com, Senin (27/3/2017).

Kedua jenazah lalu dipulangkan ke rumah duka masing-masing. Jenazah Muhammad Taufik dibawa ke rumah duka di Jalan Supersemar Lorong Kalpatapu, Kecamatan Pipa Reja, Palembang. Sedangkan jenazah Kigjet (19) dibawa ke rumah duka di Kabupaten Ogan Ilir.

Saat Liputan6.com menyambangi kediaman korban M.Taufik, terlihat banyak warga dan mahasiswa Unsri yang datang ke rumah duka. Pihak kampus juga turut hadir, yaitu Rektor Unsri, Anies Saggaf dan pejabat Unsri lainnya.

Rektor Unsri mengatakan bahwa kasus ini sudah diserahkan ke Kapolres OI untuk diusut lebih lanjut. Dirinya pun mengharapkan peristiwa ini terjadi karena ketidaksengajaan para panitia kegiatan.

“Ini adalah musibah dan pihak Unsri turut berbela sungkawa dan akan membantu hingga proses pemakaman,” katanya.

Anies menegaskan bahwa kegiatan yang digelar BEM FKIP Unsri ini bukanlah merupakan perploncoan. Namun pihak Unsri belum bisa menindak lebih lanjut, karena masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.

Namun, jika terbukti adanya kesengajaan dalam melaksanakan kegiatan ini, Rektor Unsri akan langsung membekukan organisasi tersebut.

“Harapan kita semoga ini tidak terjadi seperti ditempat lain. Kedepannya akan ada pengawasan lebih ketat dari pihak kampus,” ucapnya.

Setelah dimandikan, jenazah korban dibawa ke masjid terdekat untuk disholatkan dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebun Bunga Palembang.

Loading