Liputan6.com, Malang – Seorang petugas di Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Jawa Timur, dinilai bertindak kasar dan merendahkan penumpangnya. Keluhan itu diunggah ke dalam sebuah grup media sosial di Malang. Posting-an itu bahkan menuai ratusan komentar dan dibagikan lebih dari 100 kali.
Adalah akun Andreas Lucky Lukwira yang mengunggah pengalaman tak mengenakkan yang diterima ibunya, Upik Siswati. Ia menuturkan insiden itu terjadi saat sang ibu hendak kembali ke Jakarta setelah menghadiri reuni SMA di Kota Malang. Sang ibu pulang menumpang pesawat dari Bandara Abdulrachman Saleh Malang pada Selasa, 9 Agustus 2016, sekitar pukul 08.30 WIB.
"Mama bawa kardus dan sebelumnya sudah di X-ray. Tapi saat berjalan, diteriaki oleh seorang petugas yang bertanya bawa barang apa dan meminta barang untuk ditimbang," kata Andreas saat dikonfirmasi di Malang, Rabu (10/8/2016).
Saat itu juga, ibunya meminta kepada petugas itu untuk lebih sopan dalam memberikan pelayanan dan bukan berteriak dengan nada tinggi. Bukannya menuruti permintaan penumpang, petugas itu justru mengeluarkan kata yang dianggap melecehkan.
"Petugas itu bertanya dengan nada berteriak ke mama saya, apa mama pernah naik pesawat. Ini sudah merendahkan dan pelayanan yang memalukan dari petugas bandara," ujar Andreas.
Andreas yang tinggal di Jakarta Timur ini menyesalkan perlakuan kasar petugas bandara tersebut. Apalagi sebagai daerah yang menjadi tujuan wisata, bandara adalah pintu masuk bagi wisatawan baik itu domestik maupun mancanegara.
Bandara Abdulrachman Saleh Malang masuk kategori kelas I setara dengan Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta. Ia mengaku sudah mengirim surat elektronik pengaduan ke Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Namun saat ini, belum ada respons balik dari pengaduan itu.
"Bandara itu kan etalase mini wajah negara dan wajah daerah kita. Pelayanan seperti itu akan meninggalkan kesan jelek pada wisatawan, padahal Malang sedang menggalakkan wisatanya," ucap Andreas.
Sekretaris Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Holili, mengaku sudah mendengar keluhan keluarga penumpang yang ramai diperbincangkan di Facebook. Seorang petugas yang dimaksud itu juga sudah diidentifikasi sekaligus dipanggil untuk klarifikasi.
"Petugas yang dimaksud itu bukan pegawai kami. Dia adalah petugas ground handling yang membantu naik turun barang penumpang. Dia bekerja untuk perusahaan swasta yang jadi mitra kami," kata Holili.
Saat diklarifikasi, petugas itu membantah berbuat seperti yang diadukan oleh keluarga penumpang di bandara. Meski demikian, UPT Bandara tetap akan memanggil manajemen perusahaan tempat petugas itu bekerja untuk klarifikasi lanjutan.
"Petugas itu tak mengaku, kami tak bisa memaksa. Tapi, tetap akan kami panggil manajemen tempat dia bekerja. Kalau ada penumpang yang tak puas dengan pelayanan di bandara, silakan langsung komplain ke kantor kami," ucap Holili.
Kisah Teriakan Kasar Petugas Bandara Malang Menyebar di Medsos
Petugas Bandara Abdulrachman Saleh Malang itu sudah dipanggil dan tak mengaku jika sudah berlaku tak sopan.
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1313469/original/035376200_1470828190-bandara_malang.jpg)
Perbesar
Advertisement
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Target 100 Persen Sampah Terkelola pada 2029, Ini Strategi KLH14 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
- Pasar Karbon Berkualitas Bukan Sekadar Kejar Nilai Ekonomi1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
- Dari Sampah Jadi Green Jobs, TPS3R Guwosari Ciptakan Peluang Ekonomi Warga2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
- Sampah Serang Raya Bakal Diubah Jadi Listrik2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
- Kolaborasi Lintas Negara Jadi Kunci Hadapi Krisis Iklim di Asia Tenggara3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
- Kisah M A Hasibuan Dampingi UMKM Naik Kelas, Medan Berlumpur Tak jadi Penghalang4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
- Mangrove Berperan Jaga Pesisir dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
- Kisah Mantri BRI Menembus Pegunungan Toraja Utara demi Bantu Warga Akses Layanan Perbankan4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
- Menembus Akses Sulit di Perbatasan, Kisah Novi Dampingi Nasabah PNM Mekaar di Pulau Sebatik4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
- Dari Tempurung hingga Tongkol, Limbah Pertanian Disulap Jadi Energi5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
- Kisah AO PNM Mekaar Dampingi Pengusaha Rumput Laut di Sebatik hingga Buka Peluang Kerja5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343054/original/075440100_1788842362-WhatsApp_Image_2026-09-08_at_11.15.32.jpeg)
- Dari Pala jadi Peluang Usaha, Program Klaster Unggulan BRI Peduli Perkuat Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani di Bogor6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342609/original/043600500_1788780135-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5458366/original/038352700_1767077924-IMG_20251230_123004_818.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329801/original/040098200_1787296595-HOAX__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373274/original/016421100_1476382611-malang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346099/original/065890800_1789109974-WhatsApp-Image-2026-09-11-at-11.38.04-AM-768x464.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331034/original/025083900_1787471634-WhatsApp_Image_2026-08-23_at_11.58.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5446115/original/057442500_1765873270-1000023607.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308469/original/066276600_1785143425-jur1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308033/original/007313800_1785126147-Kecelakaan_beruntun_di_jalur_Surabaya-Malang.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8789375/original/002886600_1782897902-hiring.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301575/original/004741400_1784477458-Penemuan_mortir_di_Malang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300081/original/031492700_1784290845-Screenshot_2026-07-17_191916.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300141/original/061057200_1784295998-Screenshot_2026-07-17_204607.jpg)