Sukses

Awas Antraks, Waspada Konsumsi Daging

Liputan6.com, Pinrang - Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, menghimbau warga untuk waspada jika hendak mengkonsumsi daging. Ini untuk antisipasi menyebarnya penyakit Antraks yang menyerang ternak sapi dan kerbau di wilayah Pinrang.

Selain upaya tersebut, pihak kepolisan juga turut membantu dengan menginstruksikan seluruh personel babinkamtibmas jajaran Polres Pinrang. Polisi mengimbau warga di daerahnya masing-masing serta membantu memusnahkan ternak yang mati karena terindikasi penyakit Antraks.

"Upaya teknis itu semunya kewenangan Pemkab sementara kita hanya membantu memusnahkan ternak yang mati dengan cara dibakar atau ditanam. Warga harap lapor jika menemukan ternaknya terindikasi antraks," kata Kapolres Pinrang, Sulsel AKBP Adri Irniadi, Jumat (4/3/2016).

Sebelumnya, puluhan ekor sapi ternak di Kampung Malimpung, Kecamatan Patampanua, Pinrang mati mendadak. Hal itu terjadi dalam dua minggu terakhir.


Informasi yang dihimpun, sudah terdata 31 ekor sapi ternak yang mati dan 5 ekor kerbau. Adapun penyebab kematian hewan ternak tersebut, dipastikan karena terserang virus Antraks. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan drh I Gede Adika dari Dinas Peternakan Kabupaten Pinrang, beberapa hari lalu.

Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel berupa limpa dan tanah tempat sapi tersebut ditemukan mati mendadak. Sapi pertama diketahui milik La Nohong, salah seorang peternak sapi di Malimpung.

Setelah hasil pemeriksaan diketahui positif terkena virus Antraks, Dinkes kemudian meminta agar lokasi tempat matinya sapi diisolasi. Langkah itu diambil salah satunya karena ada upaya dari para pemilik sapi untuk menjual ternak sapinya tanpa melalui proses vaksinasi.

Seiring kejadian ini, Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui dinas terkait langsung menerapkan sistem isolasi serta melakukan penyuntikan pada setiap sapi ternak dan kerbau milik warga yang masih hidup. Penyuntikan vaksin oleh dinas peternakan guna mencegah penularan virus berbahaya tersebut.

Loading