Sukses

9 Aplikasi Populer Selama Ramadhan di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Dalam riset bertajuk “Plan an Impactful Ramadhan 2022” dari SHAREit, menunjukkan ada sembilan aplikasi yang paling banyak dibagikan melalui platform besutannya.

Antara lain aplikasi keuangan (fintech), buku dan referensi, portal berita dan majalah, aplikasi hiburan olahraga, resep makanan, aplikasi kesehatan, kebugaran (health & fitness), aplikasi chatting, dan event.

Penggunaan aplikasi tersebut terbagi ke dalam empat fase selama bulan Ramadhan di Indonesia, yaitu fase seminggu sebelum Ramadhan, fase minggu 1-2 Ramadhan, fase minggu 3-4 Ramadhan, dan fase terakhir yaitu seminggu setelah Ramadhan.

SHAREit memaparkan masing-masing fase menunjukkan perbedaan kebutuhan konsumen yang mempengaruhi kebiasaan dalam menggunakan aplikasi tertentu.

Country Sales Director of SHAREit Group, Aat Pangestu Hadi, mengatakan bulan suci Ramadhan menjadi momen peningkatan penggunaan berbagai aplikasi karena setiap individu ingin mencari yang terbaik untuk mempersiapkan kebutuhan Hari Raya dengan kerabat, teman, dan keluarga mereka.

"Momen ini juga menjadi peluang bagi brand untuk memenangkan persaingan pasar dengan mengikuti fase yang biasa terjadi di Bulan Ramadhan," katanya, dikutip Senin (9/5/2022).

Selama Ramadan, Aat menuturkan, brand harus mengenali kebutuhan pelanggan mereka dan menyusun strategi untuk dapat mencapai target demografis mereka melalui pemasaran yang disesuaikan dan platform terpercaya.

"Penting juga untuk belajar dari tren perilaku pelanggan dari tahun sebelumnya," ucapnya memberikan saran.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Aplikasi Fintech Mendominasi

Berdasarkan hasil riset SHAREit, salah satu aplikasi yang paling banyak dibagikan selama bulan Ramadhan yaitu aplikasi keuangan (fintech) sebesar 25% dan memuncak hingga 43% pada fase ketiga Ramadhan.

Hal ini disebabkan adanya lonjakan belanja dari minggu pertama hingga lebaran, serta tingginya pengajuan pinjaman untuk membiayai kebutuhan acara dan liburan menjelang Hari Raya.

Selain itu, aplikasi event juga meningkat signifikan sebesar 55% selama Ramadhan, memuncak pada fase keempat dengan peningkatan 80%. Ini adalah hasil dari tren pasca-Ramadhan di mana sebagian besar publik merencanakan pertemuan dengan orang-orang terdekat untuk merayakan Idul Fitri bersama dan menggunakan aplikasi event untuk mencari referensi tempat

Sementara itu, aplikasi buku dan referensi juga meningkat sebesar 43% selama Ramadhan dan mencapai puncaknya pada 67% pada fase kedua. Hal ini karena pada awal-awal fase Ramadhan, masyarakat cenderung menggunakan waktu luang untuk membaca buku dan mencari referensi bacaan yang berkaitan dengan momen Ramadhan.

Selain dilihat dari perilaku konsumen selama bulan Ramadhan penuh, riset ini juga menunjukkan aplikasi yang banyak dibagikan pada fase tertentu.

Antara lain adalah aplikasi berita dan majalah yang meningkat 43% pada fase pertama, karena adanya kebutuhan untuk mengetahui berita terbaru berkaitan dengan momentum Ramadhan, serta berita-berita lainnya yang berkaitan dengan kebijakan yang diambil Pemerintah, khususnya menjelang Hari Raya.

 

3 dari 4 halaman

Akses Aplikasi Olahraga Melonjak

Aplikasi Olahraga juga mengalami lonjakan pada fase pertama Ramadhan, yaitu sebesar 55% dan semakin meningkat pada fase kedua yang menyentuh 69%. Hal ini karena tidak sedikit masyarakat yang menghabiskan waktu luang untuk menonton acara olahraga selama bulan Ramadhan.

Begitupun dengan aplikasi medis yang meningkat sebesar 25% pada fase pertama dan mencapai puncaknya pada fase ketiga yaitu 36%.

Dalam hal ini, aplikasi tersebut banyak digunakan oleh publik untuk membuat rencana makan, jadwal sahur dan buka puasa, serta memastikan ibadah puasa berjalan dengan lancar dengan kondisi yang sehat.

Sementara itu, pada fase kedua, aplikasi makanan meningkat sebesar 29% karena tingginya animo masyarakat mencari inspirasi menemukan resep baru untuk sahur dan buka puasa.

Aplikasi kesehatan dan kebugaran juga mengalami peningkatan 32% di fase ketiga akibat dorongan untuk tetap bisa melakukan olahraga dengan porsi yang sesuai selama bulan puasa.

Dan yang terakhir, aplikasi komunikasi meningkat 26% pada fase keempat, yang biasanya digunakan publik untuk membagikan momen favorit mereka seperti foto atau video dari waktu yang dihabiskan bersama orang terdekat.

"Dengan memahami kebiasaan konsumen selama Ramadhan, setiap merek atau brand dapat meraih pasar lebih tepat sasaran. Hal ini juga tentunya sejalan dengan tingginya potensi permintaan yang cukup tinggi di bulan Ramadhan," tutur Aat memungkaskan.

 

 

4 dari 4 halaman

Infografis 4 Cara Atasi Error Aplikasi PeduliLindungi