Sukses

7 Amalan Menjelang Bulan Ramadan yang Penuh Keistimewaan

Liputan6.com, Jakarta Amalan menjelang bulan ramadan memiliki berbagai keistimewaan yang sayang untuk dilewatkan. Selain dilaksanakan untuk persiapan kamu menyambut bulan ramadan, amalan-amalan tersebut juga memberikan pahala yang melimpah.

Walaupun beberapa amalan tidak wajib dilaksanakan, amalan-amalan tersebut bisa membuatmu lebih dekat pada Allah SWT. Melaksanakan amalan-amalan baik ini bisa membuatmu lebih terbiasa untuk beramal di bulan Ramadan. 

Amalan menjelang bulan Ramadan memiliki keutamaan yang besar bagi yang melaksanakannya. Apalagi, di bulan Ramadan nanti segala amal ibadah dilipat gandakan pahalanya. Maka dari itu, penting untuk mempersiapkan bulan ini sebaik mungkin.

Salah satunya melalui amalan yang bisa dilakukan menjelan bulan Ramadan. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (5/4/2021) tentang amalan menjelang bulan Ramadan.

2 dari 4 halaman

Menuntaskan Utang Puasa dan Puasa Sunah di Bulan Syaban

Menuntaskan Utang Puasa

Salah satu amalan menjelang bulan Ramadan yang harus kamu laksanakan adalah menuntaskan utang puasa tahun sebelumnya. Puasa ganti atau Puasa Qadha ini wajib dilaksanakan sebanyak hari puasa yang telah ditinggalkan saat Ramadan.

Ketentuan membayar hutang puasa Ramadan dapat dilihat jelas dalam firman Allah pada Q.S. Al-Baqarah ayat 184 yang berbunyi:

"(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

Puasa Sunah di Bulan Syaban

Puasa Syaban juga bisa kamu jadikan salah satu amalan menjelang bulan Ramadan yang penuh keistimewaan. Kamu bisa memperbanyak puasa sunnah di bulan Syaban sebelum datangnya bulan Ramadan.

Namun biasanya satu atau dua hari menjelang masuknya bulan Ramadan, umat muslim dilarang menunaikan puasa sunnah, kecuali bagi mereka yang sudah membiasakannya. Larangan ini juga disebutkan dalam hadist Rasul, yaitu sebagai berikut ;

“Jangan kamu dahului Ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari, kecuali bagi seseorang yang memuaskan puasa tertentu, maka ia boleh meneruskan puasanya”. (Hadits Shahih, riwayat Bukhari: 1781 dan Muslim: 1812. teks hadits riwayat al-Bukhari).

3 dari 4 halaman

Saling Bermaaf-maafan dan Bertobat

Saling Bermaaf-maafan

Amalan menjelang bulan Ramadan selanjutnya adalah saling memaafkan. Saat memasuki bulan Ramadan, kamu harus suci lahir dan batin. Suci secara lahir artinya seperti menjaga kesehatan, kebersihan, dan lain-lain. Sedangkan suci batin adalah suci dari segala pikiran buruk, dendam, dan masalah hati lainnya.

Oleh karena itu, dalam menyambut bulan Ramadan hendaknya umat Muslim saling memaafkan. Cara ini bisa membebaskan diri dari kesalahan pada orang lain dan membersihkan hati. Dengan begitu, bulan Ramadan akan terasa ringan untuk dijalani.

Bertobat pada Allah

Kamu juga diperintahkan untuk bertobat atau memohon ampun pada Allah SWT sebagai amalan menjelang bulan Ramadan. Umat Islam dianjurkan untuk menyambut bulan Ramadan dengan taubat nashuha, mempersiapkan diri untuk berpuasa, serta menghidupkan bulan Ramadan dengan tekad yang murni dan tulus.

Dengan bertobat dan memohon ampunan pada Allah SWT kamu bisa menjalankan dan memaksimalkan pahala di bulan Ramadan. Hal ini membuat kamu bisa menyambut bulan Ramadan dengan hati yang bersih, suci dan bergembira.

4 dari 4 halaman

Menyambut Ramadan dengan Penuh Gembira, Mempelajari Ilmu Agama, dan Memperbanyak Doa

Menyambut Ramadan dengan Penuh Gembira

Amalan menjelang bulan Ramadan yang tak kalah penting adalah menyambut bulan suci ini dengan penuh suka cita. Amalan ini termasuk ke dalam amalan hati. Caranya adalah dengan memperbanyak bersyukur karena telah dipertemukan kembali pada bulan suci Ramadan.

Mulianya bulan Ramadan menjadikan bulan ini begitu istimewa dan harus disambut dengan penuh kegembiraan. Di bulan Ramadan, pahala akan dilipat gandakan dan dosa akan dihapuskan.

Rasulullah SAW dan para sahabat pun menyambut bulan Ramadan dengan bergembira, dan melepasnya dengan tangisan. Seperti yang telah dijelasakan dalam sebuah hadis Dorrutun Nasihin, yang artinya “Siapa yang bergembira dengan masuknya bulan Ramadan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.”

Mempelajari Ilmu Agama

Menjelang bulan ramadan, sebaiknya kamu mempelajari kembali ilmu agama dan ilmu tentang keutamaan ramadan. Ilmu sangat diutamakan sebelum berkata dan beramal. Ini karena syarat diterimanya amal setelah ikhlas adalah mutaba’ah, yaitu amal tersebut harus benar dan sesuai dengan syari’at dan sunnah.

Maka dari itu, memperdalam kembali ilmu agama tentang ramadan sangat penting dilakukan. Pada saat-saat ini kamu perlu menyegarkan kembali pelajaran tentang fiqh ibadah pada bulan ramadan. Misalnya dengan fiqh puasa, shalat tarawih, zakat, sedekah, dan ibadah-ibadah lainnya.

Memperbanyak Doa

Amalan menjelang bulan ramadan selanjutnya adalah memperbanyak doa dan amal saleh. Doa bisa menjadi media komunikasi antara hamba dan Tuhannya. Doa yang dimaksudkan di sini adalah memohon kepada allah SWT untuk dikarunia umur panjang, hingga berjumpa dengan bulan Ramadan.

Pada persiapan menyambut ramadan, ada baiknya untuk berdoa kepada Allah SWT agar dipertemukan dengan bulan ramadan sejak enam bulan sebelumnya dan selama enam bulan berikutnya juga berdoa agar puasanya diterima oleh Allah SWT.

Berikut doa untuk menyambut bulan ramadan:

Allahumma Sallimni Ila Ramadan wa Sallim li Ramadan wa Tasallamhu Minni Mutaqabbalan

Artinya:

“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)