Sukses

BERITA TERKINI:JELANG PENGUMUMAN KABINET JOKOWI JILID 2

Masjid Istiqlal Tetap Bisa Dipakai Ibadah Saat Lebaran Meski Ada Renovasi

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah memutuskan untuk merenovasi Masjid Istiqlal. Proses renovasi akan berlangsung hingga sekitar 10 bulan ke depan.

Meski sedang direnovasi, Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, Masjid Istiqlal tetap terbuka untuk umum pada saat Lebaran 2019.

"Untuk Idul Fitri, jadi prinsipnya fungsi masjid tidak ditutup sama sekali. Masjid Istiqlal luas, pengerjaannya juga tidak serentak, dan fungsi masjid bisa terjaga dengan baik," ujar dia di Gedung Kementerian PUPR, Kamis (16/5/2019).

Pelaksanaan renovasi Masjid Istiqlal akan dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pupr selama 300 hari kalender melalui Kontrak Tahun Jamak (2019-2020) atau sekitar 10 bulan. 

Proses renovasi ini menggunakan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai Rp 465 miliar.

Kontraktor yang akan melaksanakan kegiatan ini adalah PT Waskita Karya (Persero) dengan Manajemen Konstruksi oleh PT Virama Karya. Adapun total nilai kontrak konstruksi yang dianggarkan yakni sebesar Rp 465,3 miliar. 

Senada dengan Menag Lukman, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, proses pengerjaan masjid telah diatur sehingga masyarakat tetap bisa menggunakannya.

"Kita atur pasti, tidak mungkin tidak bisa. Dan ini baru persiapan. Kalau sudah dilakukan karpet diganti marmer dibersihkan, dan semuanya sudah disentuh," ungkap dia.

Proses pelaksanaan renovasi Masjid Istiqlal ini disebutnya telah dimulai sejak sekitar dua pekan lalu. Nantinya, jumlah pengunjung juga akan dibatasi saat masa renovasi.

"Ini (pengerjaan) sudah mulai yakni sejak penetapan 2 minggu lalu, dan dengan kontrak ini sudah dilakukan. Jadi nanti sebagian masjid juga akan etap bisa digunakan ketika renovasi, tapi akan dibatasi kuotanya," pungkas dia.

 

2 dari 2 halaman

Renovasi Masjid Istiqlal, Kementerian PUPR Kucurkan Rp 465 Miliar

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kini tengah merenovasi Masjid Istiqlal Jakarta yang telah berdiri sejak 1961. Proses renovasi akan memakan waktu sekitar 10 bulan dan membutuhkan anggaran sebesar Rp 465 miliar.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, ide awal pembenahan rumah ibadah ini, berasal saat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan dari Perdana Menteri India Narendra Modi melihat maket Masjid Istiqlal pada Ramadan tahun lalu.

"Saya dapat perintah dari Presiden (Jokowi) setelah mengantarkan Perdana Menteri India Modi, dia surprise. Menurut beliau Masjid Istiqlal memang harus direnovasi. Saya langsung dapat amanat untuk bisa merenovasi Masjid Istiqlal, harus bisa jadi lebih baik seperti GBK," jelas dia saat penandatanganan kontrak Kegiatan Renovasi Masjid Istiqlal di Gedung Kementerian PUPR, Kamis, 16 Mei 2019.

Dia berharap, proses renovasi ini akan semakin memperpanjang umur masjid. "Mudah-mudahan ini bisa bertahan tidak hanya dalam waktu dekat, tapi bisa sampai 20-25 tahun ke depan," ujar dia.

Selain Kementerian PUPR, renovasi Masjid Istiqlal juga melibatkan istitusi pemerintah lain yakni Kementerian Agama dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Lingkup kegiatan Kementerian PUPR meliputi penataan ulang kawasan di plaza dan gerbang, area dalam masjid, mihrab, koridor, ruang wudhu, toilet, perbaikan sistem mekanikal elektrical dan plumbing bangunan masjid, serta renovasi sistem signage.

Adapun total nilai kontrak konstruksi sebesar Rp 465,3 miliar. Pada saat bersamaan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga sedang mengerjakan perbaikan limbah di kawasan Masjid Istiqlal.

Pelaksanaan renovasi masjid Istiqlal akan dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya selama 300 hari kalender melalui Kontrak Tahun Jamak (2019-2020) atau sekitar 10 bulan. Kontraktor yang akan melaksanakan kegiatan ini adalah PT Waskita Karya (Persero) dengan Manajemen Konstruksi oleh PT Virama Karya.

 

Loading