Sukses

Selain Bulan Puasa, Momen Ini Menjadi Berkah Penjual Mobil Bekas

Liputan6.com, Jakarta Penjualan mobil bekas di bulan puasa dan mendekati Lebaran biasanya meningkat tajam. Pasalnya, masih banyak konsumen yang masih memilih untuk mudik ke kampung halaman menggunakan mobil pribadi.

Dijelaskan Presiden Direktur Mobil88, Halomoan Fischer Lumbantoruan, jika dilihat dari pengalaman Ramadan atau Lebaran sebelumnya, penjualan mobil bekas bisa naik 15 persen dibanding bulan biasa.

"Kalau dalam setahun, kan ada dua momen, yaitu Lebaran dan akhir tahun puncaknya market," jelas Fischer saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, belum lama ini.

Lanjutnya, untuk segmen yang masih paling banyak laris, adalah MPV sebesar 43 persenan, kemudian compact car (citycar atau hatchback) sekitar 35 persenan, dan sisanya SUV dan juga sedan di tempat terakhir.

"Targetnya tahun ini sih naik 20 persen, dari rata-rata 1.400 per bulan, jadi sekitar 1.700-an per bulan," tegasnya.

Kenaikan penjualan mobil bekas ini, memang didukung oleh beberapa faktor, dan salah duanya, adalah pembangunan atau beroperasinya tol Trans Jawa dan juga masih mahalnya tiket kereta api. Jadi, masyarakat lebih memilih menggunakan mobil untuk mudik ke kampung halaman.

2 dari 3 halaman

Belum Setahun Pakai, Mobil-Mobil Ini yang Sering Dijual Kembali oleh Pemiliknya

Sebuah studi yang dilakukan oleh iSeeCars menunjukkan hanya 1,5 persen dari pemilik mobil baru yang menggunakan mobilnya kurang dari setahun. Penelitian tersebut menunjukkan mobil yang banyak dijual kembali oleh pemiliknya kebanyakan berasal dari pabrikan Jerman.

Setelah meneliti lebih dari 24 juta penjualan mobil baru. Setidaknya terdapat 11 model yang dijual kembali oleh pemiliknya, dengan persentase dijual oleh pemiliknya dua kali lebih tinggi dari nilai rata-rata.

Berikut ini adalah deretan mobil baru yang hanya digunakan setahun kurang oleh pemiliknya:

1. BMW 3-Series (8%)

2. BMW 5-Series (7,1%)

3. Mercedes C-Class (6,1%)

4. Nissan Versa Note (4,0%)

5. Dodge Dart (3,9%)

6. BMW X3 (3,9%)

7. BMW 4-Series (3,9%) 

8. Mercedes E-Class (3,9%)

9. Chrysler 200 (3,8%)

10. Subaru WRX (3,3%)

11. Nissan Versa (3,2%)

 

 

3 dari 3 halaman

Didominasi Pabrikan Jerman

Menariknya, 6 dari 11 mobil tersebut berasal dari pabrikan Jerman. BMW menempati posisi pertama, kedua, keenam dan ketujuh. Phong Ly, iSeeCars.com CEO, mengatakan, " Mungkin ada yang terkejut mobil mewah berada di posisi inim namun, banyak pabrikan yang menawarkan dealernya untuk membeli mobil dan menggunakannya sebagai mobil untuk dipinjamkan. Mobil-mobil tersebut yang dijual kembali dalam keadaan bekas sebelum masa pakai mencapai satu tahun."

"Strategi ini memiliki dua keuntungan. Jadi pemilik mobil mewah mendapatkan mobil pengganti selama mobilnya diperbaiki, yang dipercaya meningkatkan kesetiaan terhadap brand tersebut. Selain itu, strategi tersebut meningkatkan penjualan mobil yang membantu merek tersebut meraih 'top luxury brand', yang biasa diperebutkan oleh BMW dan Mercedes-Benz setiap tahunnya," lanjutnya.

Dilansir Carscoops, alasan lainnya yang cukup menarik adalah mobil mewah yang dijual kembali biasanya varian terendah dengan spesifikasi minim. Sehingga pemilik pertama mobil mewah menjualnya kembali dan memilih varian yang lebih kaya fitur.

Loading
Artikel Selanjutnya
Pelaku Asmara Subuh Mencoreng Kesucian Bulan Ramadan
Artikel Selanjutnya
Lantunkan Doa Ini untuk Mengurangi Stres