KPU Bogor: 2 Petugas KPPS yang Meninggal Telah Dapat Santunan

Mereka yang meninggal maupun sakit sempat jatuh pingsan karena tidak tidur sejak Rabu, 17 April 2019 pagi hingga proses penghitungan suara tuntas, Kamis malam.

Diterbitkan 20 April 2019, 13:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dua petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Bogor, Jawa Barat meninggal dan empat lainnya pingsan saat menjalankan tugas.

Mereka yang meninggal maupun sakit sempat jatuh pingsan karena tidak tidur sejak Rabu, 17 April 2019 pagi hingga proses penghitungan suara tuntas, Kamis malam.

Komisioner KPU Kabupaten Bogor Heri Setiawan mengatakan, dua petugas KPPS meninggal dan empat lainnya sakit karena kelelahan saat menjalankan tugas.

"KPU telah memberikan santunan bagi dua petugas KPPS yang meninggal dunia. Begitu pun bagi yang sakit mendapat pelayanan kesehatan gratis," ucap Heri, Sabtu (20/4/2019).

Rusdiono (60), petugas KPPS di TPS 97, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor meninggal dunia setelah tak sadarkan diri usai mengantar surat suara ke kantor kecamatan pada Kamis malam.

Sebelumnya, Ketua KPPS bernama Jaenal meninggal dunia setelah sempat pingsan usai melakukan pengecekan TPS 09 di Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Rabu, 17 April 2019.

Sebelum mengembuskan nafas terakhirnya, Jaenal sempat berkeliling mengecek TPS yang tersebar di Desa Sukaharja. Namun, saat melakukan pengecekan di TPS 09, Jaenal jatuh pingsan hingga tak sadarkan diri.

Dia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Milenia Kota Bogor. Namun, pada saat menjalani perawatan di ruang IGD RS Milenia, Jaenal meninggal dunia.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

4 Petugas Pingsan

Sementara, pada Rabu malam, dua orang petugas KPPS di Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, pingsan saat penghitungan suara di TPS 09.

Kedua orang tersebut yakni Iman Yusuf (26) dan Pendi (27). Yusuf sempat duduk kemudian pingsan saat penghitungan suara DPRD Kabupaten Bogor.

Dia kemudiam dibawa dan menjalani perawatan di Puskesmas Cariu. Sedangkan Pendi pingsan saat penghitungan suara caleg DPRD di TPS 10.

Selanjutnya Ketua KPPS Desa Cibatok 2 Cibungbulang, Dede Adha pingsan di TPS saat monitoring penghitungan suara. Diduga dia kelelahan karena tidak tidur sejak Rabu pagi hingga proses penghitungan suara tuntas.

Kemudian, Agung Ketua PPK Megamendung, Kabupaten Bogor mengalami nasib serupa. Dia jatuh pingsan di kantor PPK saat persiapan rapat pleno pada Jumat (19/4/2019) pagi.