Sukses

Sejumlah Wilayah di Pesisir Utara Jawa Tengah Terancam Tenggelam

Sejumlah wilayah di pesisir utara Jawa Tengah terancam tenggelam. Ancaman tenggelamnya wilayah di pesisir utara Jawa Tengah disebabkan oleh dua faktor utama, penurunan muka tanah (land subsidence) akibat penyedotan air tanah berlebihan serta kenaikan permukaan air laut yang diperparah oleh perubahan iklim global. Dua faktor di atas, menyebabkan abrasi, banjir rob permanen, dan kehilangan lahan yang terus meningkat, dengan proyeksi wilayah seperti Pekalongan akan 80% di bawah permukaan laut pada 2035. Di Desa Bedono, Demak, Jawa Tengah, dalam 10-20 tahun terakhir pengikisan daratan oleh air laut terus terjadi. Hingga saat ini 200 rumah penduduk tenggelam akibat abrasi tersebut. Warga pun terpaksa kehilangan mata pencaharian sebagai nelayan. Untuk diketahui, data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak, pada tahun 2011 ekosistem mangrove di Kabupaten Demak sekitar 8 % dalam kondisi rusak. Rusaknya hutan mangrove turut melemahkan pertahanan wilayah daratan di sekitar pesisir Kabupaten Demak terhadap dinamika alam yang berasal dari arah laut, seperti arus, gelombang, pasang surut, dan angin. Di sisi lain, pemerintah Indonesia berencana membangun tembok laut sepanjang 700 kilometer dengan anggaran 80 miliar dolar AS di sepanjang pantai Jawa. Pembangunan tembok laut ini untuk mengatasi kehilangan lahan sebagai dampak perubahan iklim yang meningkatkan pasang surut serta penambangan air tanah yang menyebabkan penurunan tanah. Namun, proyek ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait dampak lingkungan, sosial, dan biaya yang besar. Bahkan, sejumlah ahli iklim memperingatkan bahwa proyek ini bahkan dapat memperburuk situasi dengan memindahkan erosi ke tempat lain dan mengganggu ekosistem lokal.
Editor:
Helmi Fithriansyah
Photographer:
Liputan6.com

Foto Terkini