Liputan6.com, Jakarta - Bakal Calon Wakil Presiden (Bacawapres) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku, tak ingin menanggapi soal guyonan yang dilontarkan oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.
Candaan yang dilontarkan dalam acara orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau P3K, di gedung Balai Diklat Keagamaan Kemenag Jatim, itu yakni siapapun yang memilih Amin maka itu bidah. Banyak yang menganggap, Amin ini sebagai pasangan Anies Baswedan dan Cak Imin.
"Guyon kok ditanggapi," kata pria akrab disapa Cak Imin kepada wartawan di Kantor DPP PKS Jakarta, Jumat (15/9).
Advertisement
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengklarifikasi guyonannya mengenai siapapun yang memilih Amin maka itu bidah.
Candaan diucapkan Yaqut pada acara orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau P3K, di gedung Balai Diklat Keagamaan Kemenag Jatim itu sebelumnya dianggap merujuk kepada pasangan capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin).
Menag Yaqut mengatakan, pernyataannya tersebut seharusnya membuat senang kandidat yang di singgung bidah. Sebab menurut Yaqut, bidah memiliki arti positif.
"Makna bidah yang artinya itu kreatif, creation. Harusnya senang dong," kata Yaqut ditemui wartawan di kantor KPU Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/9/2023).
Yaqut menjelaskan, bidah memiliki arti kebaruan, di mana sesuatu yang dikerjakan tanpa mengikuti contoh sebelumnya, yang juga dapat didefinisikan sebagai hal kreatif.
Menurut Yaqut, seharusnya orang mempersempit makna bidah itu menjadi kreatif. "Nah saya bilang amin itu bidah itu kebaruan, nah artinya bidah itu sebenarnya istilah yang netral bahkan positif," ucap Yaqut.
Dia menjelaskan, candaan jika memilih AMIN berarti bidah, ditujukan untuk Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Amin Suyitno.
"Itu namanya Suyitno ketika MC manggil namanya kok ada tambahan Amin, kaget saya wong setahu saya namanya Suyitno," kata Yaqut.
Cak Imin Sepakat soal Gus Yahya Larang Pengurus Bawa Nama PBNU dalam Urusan Politik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4577195/original/019307700_1694781312-WhatsApp_Image_2023-09-15_at_19.16.04.jpeg)
Sementara itu, Cak Imin juga mengaku setuju dengan keputusan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang menegaskan seluruh pengurus organisasinya tak boleh mengatasnamakan PBNU jika memberi dukungan politik.
"Setuju, itu keputusan yang harus didukung PKB juga mendukung sikap itu," kata Cak Imin di Kantor DPP PKS Jakarta, Jumat (15/9/2023).
Terkait dengan tidak 'menyuapi' PKB lagi secara politik, menurutnya negara memiliki sifat demokrasi dan memberikan kebebasan masyarakat untuk memilih pilihannya. "Ya demokrasi kan memberi kebebasan semua warga untuk menentukan pilihannya," ujarnya.
Sebelumnya, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan seluruh pengurus organisasinya tak boleh mengatasnamakan PBNU jika memberi dukungan politik. Dia mencontohkan dirinya yang masih bagian dari PKB, tetapi tidak menyeret PBNU terkait sikap politik.
"Saya enggak pernah keluar dari PKB sampai hari ini. Tapi sebagai ketum PBNU saya tidak boleh menyeret NU dalam PKB, partai lain, untuk dukung calon ini itu, karena tidak diperbolehkan oleh norma organisasi," kata Yahya di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (15/9/2023).
Yahya menuturkan, dia merupakan salah satu pendiri PKB. Bahkan, kata dia, pembicaraan awal soal PKB bahkan dilakukan di rumahnya di Rembang, Jawa Tengah.
"Saya sendiri misalnya, saya ini termasuk pendiri PKB. Bahkan sebelum dibicarakan di PBNU waktu itu, saya ikut serta memulai pembicaraan dengan sejumlah kiai," ujar Gus Yahya.
Gus Yahya menyatakan, PBNU tak bisa 'menyuapi' PKB secara politik. Dia berkata, hubungan PBNU dan PKB tidak spesial, melainkan sama saja dengan kelompok lain.
"PBNU tidak bisa lagi kemudian diharuskan untuk menyuapi partai yang dibentuk ini. Silakan jalan. Berkompetisi dengan yang lain secara rasional. Kami juga persilakan masyarakat untuk menilai partai yang ada secara rasional," tutup mantan Jubir Gus Dur ini.
Â
Â
Â
Reporter: Nur Habibie
Sumber: Merdeka.com
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4559825/original/030106400_1693554228-Infografis_SQ_Ragam_Tanggapan_Geger_Kabar_Duet_Anies-Cak_Imin_dan_Tudingan_Khianat.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4577230/original/022298500_1694782952-IMG_3075.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/413/original/067947800_1469525472-mevi.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258990/original/029859700_1781430570-AP26154680263164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260144/original/013036700_1781578034-AP26166147695589.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8385152/original/045727200_1782264420-panama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378005/original/081695500_1782256125-ghana.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264303/original/054619900_1782106281-AP26172737361128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264253/original/054046300_1782102358-uruguay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8456333/original/005196400_1782354547-063_2282682114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259250/original/045793700_1781492796-curacao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263742/original/070388900_1781993920-063_2282542238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7608170/original/081399300_1780392986-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7608164/original/056370700_1780392984-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5536541/original/074992500_1774329760-yaq2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7111178/original/081662600_1779894762-30756.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6303105/original/016138100_1779177570-40d96998-67fe-4242-bb83-6ff5673da6dc__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5777171/original/051032100_1778679973-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553289/original/016345400_1775927447-10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5536542/original/006236400_1774329761-yaq3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5462525/original/049142100_1767582880-mac2.jpg)