Kunjungan Yenny Wahid di Kertanegara Dinilai Jadi Sinyal Dukungan untuk Prabowo

Kunjungan Putri Presiden Keempat, Yenny Wahid ke kediaman pribadi Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dinilai menjadi sinyal dukungan untuk Pilpres 2024 ke depan.

Diperbarui 07 September 2023, 14:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kunjungan Putri Presiden Keempat, Yenny Wahid ke kediaman pribadi Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dinilai menjadi sinyal dukungan untuk Pilpres 2024 ke depan. Yenny mengungkapkan, Prabowo menjadi sosok top list capres dan banyak meraih simpatisan kiai NU.

Di dalam pertemuan tersebut, Yenny mengatakan bahwa Prabowo saat ini sudah banyak mendapatkan simpati dari para kiai NU. Tak hanya itu, Prabowo juga dianggap Yenny sebagai pemimpin yang paham mengenai dinamika geopolitik.

“Statement Yenny secara mudah ditafsir jika ia mendukung Prabowo, atau setidaknya sedang berupaya dekat untuk mendapat peluang mendukung Prabowo secara langsung,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah.

Dengan kedekatan Prabowo dan Yenny juga potensi menarik pendukung Presiden Keempat, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Tentu potensi tersebut juga diiringi potensi besar dukungan massa Nahdliyin kepada Prabowo.

“Tetapi soal kiai NU dan Gusdurian tidak mudah diklaim akan ikut statement Yenny, pilihan NU dan Gusdurian potensial menyebar,” lanjut Dedi.

Sebelumnya, di dalam pertemuan tersebut, Yenny sedikit mengungkapkan keinginannya bahwa pemimpin Indonesia selanjutnya haruslah sosok yang bisa meneruskan program-program dari para pemimpin sebelumnya.

Berharap Pemimpin Indonesia Selanjutnya Punya Kemampuan Strategic Thinking

Tak hanya itu, Yenny juga berharap Indonesia ke depannya bisa memiliki pemimpin yang memiliki kemampuan strategic thinking karena untuk menghadapi dinamika geopolitik yang saat ini tengah melanda seluruh dunia. Dan hal itu menurut Yenny ada di dalam diri Prabowo.

“Pemimpin ke depannya harus meneruskan program-program dari pemimpin sebelumnya. Salah satu tantangan yang dihadapi bangsa kita ke depan dalam kerangka dinamika politik yang sedang berlangsung ada ketegangan-ketegangan di wilayah kita,” kata Yenny Wahid.

“Pemimpin Indonesia ke depan harus mengerti dinamika geopolitik, orang yang harus mempunyai kemampuan strategic thinking. Saya rasa orang seperti Pak Prabowo punya kemampuan seperti itu,” ujar Yenny Wahid.