Jika Prabowo Salah Pilih Cawapres, Soliditas Arus Bawah Bisa Melemah

Bakal calon presiden Prabowo Subianto kian mendapat dukungan kuat. Setelah dari PKB dan PBB, kini Golkar dan PAN mendukungnya maju di Pemilu 2024. Kursi calon wakil presiden kini menjadi perbincangan.

Diperbarui 18 Agustus 2023, 11:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Bakal calon presiden Prabowo Subianto kian mendapat dukungan kuat. Setelah dari PKB dan PBB, kini Golkar dan PAN mendukungnya maju di Pemilu 2024. Kursi calon wakil presiden kini menjadi perbincangan.

Pengamat politik Fahrul Muzaqqi menilai pembahasan soal kandidat calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo Subianto bakal rumit.

Menurutnya, tiap partai yang sudah menyatakan dukungannya untuk Ketua Umum Partai Gerindra mencalonkan diri di Pilpres 2024 itu bakal mengajukan nama.

Fahrul mengatakan, ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan Gerindra dan Prabowo untuk memilih bakal cawapres. Pertama, bakal cawapres Prabowo nanti harus sudah teruji dan berpengalaman di pemerintahan dalam membuat kebijakan.

Kedua, sosok cawapres Prabowo juga harus bisa memberi daya dongkrak untuk memenangkan Pilpres 2024.

Menurut Fahrul, dengan adanya tiga partai besar yang mendukungnya, Prabowo bisa lebih mudah mendapatkan bakal cawapres untuk memperbesar peluang memenangkan Pilpres.

Artinya, ada syarat ketiga yang harus bisa dipenuhi untuk bakal cawapres Prabowo, yakni parpol pengusung dengan basis massa yang solid.

Dosen ilmu politik Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya ini memprediksi, dari tiga kriteria itu, Prabowo bakal lebih memiliki peluang besar menang jika menggandeng cawapres dari Partai Golkar.

"Golkar jadi partai dengan jumlah kursi terbanyak dan memiliki mesin yang sudah teruji menghadapi setiap pemilu di Indonesia. Peluang untuk menang bagi Prabowo terbuka lebar," tutur Fahrul Muzaqqi dalam keterangan, Jumat (18/8/2023).

Ia menambahkan, bakal cawapres dari Golkar juga lebih bisa diterima oleh seluruh parpol pengusung. Sebab, Golkar jadi satu-satunya partai yang sudah kenyang dalam bertarung di pemilu. Bahkan, Prabowo Subianto juga lahir dari partai berlambang pohon beringin.

Fahrul menilai, jika Prabowo memilih cawapres dari selain Golkar, ada potensi akar rumput dan pengurus daerah tidak kompak atau setengah hati memenangkan pasangan calon yang diusungnya.

Menurutnya hal itu harus dipikirkan Prabowo dan Gerindra jika ingin memenangkan Pilpres 2024. Sebab, Prabowo dipastikan tidak ingin kalah lagi setelah tiga kali kalah dalam kontestasi pilpres di Indonesia.

"Akar rumputnya, pengurus daerah, berpotensi tak kompak dalam memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto jika pendamping capresnya bukan dari kader Golkar. Beban psikologis kader akan lemah dalam memberikan dukungan jika bukan dari unsur Golkar," tegas Fahrul.

 

Para Ketum Partai Koalisi Prabowo Berkumpul Selasa Malam

Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto mengungkap ada pertemuan partai pengusung Bakal Capres Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) Prabowo Subianto pada Selasa malam 15 Agustus 2023.

"Iya ada, soal bagaimana Pak Prabowo membangun ekonomi ke depan melanjutkan gagasan-gagasan besar dari Pak Jokowi," kata Yandri di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (16/8/2023).

Menurut Yandri, pertemuan itu membahas visi misi Prabowo di bidang ekonomi. Namun, dia enggan menyebutkan siapa saja yang hadir dalam pertemuan itu,

"Tadi malam hanya pertemuan tentang visi misi Pak Prabowo tentang ekonomi," ujar Yandri.

Dia menyebut, para ketua umum dari parpol pengusung serta para sekjen turut hadir dalam pertemuan tersebut.

"Pertemuan level ketum dan para sekjen," kata dia.