Berlabuh di Kubu Prabowo, Sikap Politik Ketum Pemuda Muhammadiyah Dipertanyakan

Sekretaris Jenderal PSI itu menambahkan, keputusan Dahnil tidak mensinyalkan Muhammadiyah mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga.

Diterbitkan 20 September 2018, 16:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak masuk Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Dahnil menjabat sebagai Koordinator Juru Bicara.

Menanggapi hal ini, Wakil Sekretaris Koalisi Indonesia Kerja, Raja Juli Antoni mempertanyakan pilihan politik Dahnil yang terkenal sebagai aktivis muda, bergabung dengan Prabowo yang memiliki dugaan keterlibatan isu HAM.

"Tapi yang pasti bergabung dengan seseorang yang memiliki latar belakang sejarah HAM yang kelam bagi aktivis seperti Dahnil akan menjadi pertanyaan awal bagi kalangan kawannya. Apakah ini menjadi pilihan politik pas bagi anak muda seperti Dahnil," kata Antoni di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2018).

Sekretaris Jenderal PSI itu menambahkan, keputusan Dahnil tidak mensinyalkan Muhammadiyah mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga. Menurutnya, mantan koleganya di Pemuda Muhammadiyah itu secara personal memberikan dukungan tanpa perlibatan kelembagaan.

Antoni mengatakan, Muhammadiyah sudah terbukti bisa menjaga ruang dengan politik kekuasaan. Apalagi Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir berkali-kali menegaskan netral dalam Pilpres 2019.

"Ini sama sekali tak beri sinyal Muhammadiyah memberikan dukungan kepada Prabowo Sandi," pungkasnya.

Soal posisi Dahnil sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Antoni enggan menanggapi. Dia tidak tahu apakah aturan yang ada memaksa posisi tersebut harus ditinggalkan.

Respons Dahnil

Terkait sikap politik tersebut, Dahnil angkat bicara. Menurut dia, keputusan itu diambil setelah melalui pertimbangan matang. Ia juga telah melakukan istikharah sebelum mengambil keputusan. 

"Setelah melalui Istikharah berdoa minta petunjuk Allah SWT dan berdiskusi panjang dengan keluarga, sahabat dan para senior di Muhammadiyah dan di luar Muhammadiyah. Saya memutuskan untuk menerima ajakan Pak Prabowo Subianto dan Mas Sandi S Uno untuk bersedia menjadi Koordinator Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo-Sandi," kata Dahnil dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/9/2018).

Keputusan itu bukan tanpa risiko. Dahnil terpaksa harus mundur dari statusnya sebagai Dosen Tetap Aparatur Sipil Negara (ASN) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten.

"ASN harus netral, maka saya akan mengundurkan diri sebagai ASN di Untirta," ia melanjutkan.

Ia berharap keputusan yang diambil akan membawa kebaikan untuk Bangsa dan negara.

 

Reporter: Ahda Baihaqi

Sumber: Merdeka.com

Saksikan video pilihan di bawah ini