Jangan Tunggu Putus, Ini 8 Tanda Vanbelt Mobil Mulai Rusak

Kenali 8 tanda vanbelt mobil mulai rusak, mulai dari bunyi decit, retak, aus, hingga lampu indikator aki menyala.

Diterbitkan 08 September 2026, 16:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bunyi decit dari ruang mesin mungkin terdengar sepele, tetapi bisa menjadi tanda awal vanbelt mobil mulai bermasalah.

Jika dibiarkan, kerusakan komponen ini dapat mengganggu kerja alternator, kompresor AC, hingga water pump dan berisiko membuat mobil mogok.

Vanbelt atau V-belt merupakan sabuk berbahan karet yang bertugas menyalurkan putaran mesin ke sejumlah komponen pendukung.

Karena bekerja terus-menerus, kondisinya perlu diperiksa secara berkala.

Mengutip dari Daihatsu ada sejumlah tanda yang dapat menjadi indikasi vanbelt mulai mengalami kerusakan. Berikut tanda-tandanya:

1. Muncul Bunyi Decit dari Ruang Mesin

Bunyi decit ketika mesin dinyalakan atau saat mobil berakselerasi menjadi salah satu tanda yang paling umum.

Biasanya kondisi tersebut dapat terjadi karena vanbelt mulai aus, permukaannya mengeras, tegangannya terlalu kendur, atau pulley mulai aus maupun tidak sejajar.

2. Permukaan Vanbelt Mulai Retak

Selanjutnya, perhatikan permukaan vanbelt saat melakukan pemeriksaan. Retakan kecil dapat muncul seiring menurunnya elastisitas material karet akibat usia pemakaian.

Meski belum tentu langsung membuat vanbelt putus, retakan merupakan tanda bahwa usia pakainya mulai berkurang.

Jika vanbelt di biarkan dan tidak mendapatkan penanganan bisa mengakibatkan vanbelt putus.

3. Vanbelt Terlihat Tipis atau Aus

Bagian sisi dan alur vanbelt juga perlu diperhatikan. Jika terlihat semakin tipis atau alurnya mulai menghilang, kemampuan vanbelt mencengkeram pulley dapat berkurang.

Akibatnya, tenaga yang disalurkan ke komponen pendukung tidak lagi optimal, biasanya hal tersebut dapat mempengaruhi putaran vanbelt yang lemah.

4. Serat Vanbelt Mulai Keluar

Tanda kerusakan yang lebih serius dapat terlihat ketika serat penguat di dalam vanbelt mulai muncul atau bagian pinggirannya terkelupas.

Jika sudah menemukan kondisi tersebut, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan dan penggantian.

5. Vanbelt Terasa Kendur

Vanbelt yang terlalu kendur dapat membuat putaran pulley tidak maksimal dan memunculkan bunyi decit. Kondisi ini juga dapat memengaruhi kinerja komponen yang digerakkannya.

Sebaliknya, vanbelt yang terlalu kencang juga dapat mempercepat keausan bearing pada pulley.

6. AC Tidak Sedingin Biasanya

Pada mobil yang kompresor AC-nya digerakkan oleh vanbelt, masalah pada sabuk tersebut dapat membuat putaran kompresor tidak maksimal.

Biasanya bisa berdampak pada AC menjadi kurang dingin, proses pendinginan kabin lebih lama, atau kinerja AC terasa tidak stabil.

7. Lampu Indikator Aki Menyala

Selanjutnya, vanbelt juga memiliki fungsi untuk mengerakan Alternator. Salah satu bagian paling penting pada kendaraan.

Ketika vanbelt mengalami selip atau putus, alternator tidak dapat mengisi aki secara optimal.

Salah satu tandanya adalah lampu indikator aki menyala pada panel instrumen.

8. Mesin Mudah Overheat

Pada sejumlah mobil, water pump juga digerakkan menggunakan vanbelt. Jika putarannya terganggu, sirkulasi cairan pendingin dapat menjadi tidak optimal.

Kondisi tersebut dapat membuat suhu mesin meningkat dan meningkatkan risiko overheat.

Periksa Secara Berkala

Jika sudah mengalami tanda–tanda yang diatas segera vanbelt diperiksa setiap servis berkala dan diganti mengikuti rekomendasi pabrikan.

Sebagai gambaran umum, sejumlah mobil memerlukan penggantian vanbelt pada kisaran 40.000–80.000 km atau sekitar 3–5 tahun, tergantung jenis kendaraan, kualitas komponen, dan kondisi pemakaian.

Namun, jika sudah ditemukan retakan, keausan, serat yang keluar, atau bunyi decit yang tidak hilang setelah penyetelan, vanbelt sebaiknya segera diperiksa dan diganti tanpa harus menunggu mencapai interval tersebut.