MG 4x Meluncur dengan baterai Semi-Solid State, Jarak tempuh 510 Km

MG resmi meluncurkan MG 4X dengan baterai canggih semi-solid state, yang mampu menempuh jarak 510 km

Diterbitkan 14 Maret 2026, 12:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Morris Garage (MG) resmi meluncurkan model terbarunya, MG 4X. Mobil listrik ini, hadir dengan teknologi baterai semi-solid state, yang sekaligus menandai langkah baru pabrikan blasteran China dan Inggris ini dengan teknologi penyimpan daya yang canggih.

Disitat dari ArenaEV, secara desain, MG 4X mempertahankan karakter khas keluarga MG4 EV, namun dengan tampilan yang lebih gagah sebagai sebuah crossover. Bagian depan menampilkan logo yang dapat menyala serta lampu horizontal yang membentang di wajah mobil.

Bumper depan dirancang lebih sporty sehingga memberi kesan tangguh, sementara ground clearance yang lebih tinggi membuatnya cocok menghadapi kondisi jalan layaknya sebuah SUV.

Dari sisi samping, garis bodi yang tegas membuat tampilannya tetap terlihat dinamis meski memiliki postur lebih tinggi dibandingkan hatchback.

Di bagian belakang, MG diperkirakan akan menghadirkan lampu memanjang seperti MG4, sehingga memberi kesan lebar dan stabil saat dilihat dari belakang.

Masuk ke dalam kabin, teknologi menjadi salah satu daya tarik utama. MG bekerja sama dengan perusahaan teknologi Oppo untuk menghadirkan sistem kokpit pintar, yang memungkinkan integrasi mulus antara smartphone dan layar kendaraan.

Sistem yang disebut 'Hand-Car Interconnection' ini diklaim membuat aplikasi ponsel dapat dijalankan di layar mobil tanpa jeda atau lag.

Selain itu, mobil listrik ini juga dilengkapi perangkat teknologi bantuan mengemudi dari Horizon Robotics.

Fitur yang tersedia antara lain Navigate on Pilot (NOA) untuk membantu kendaraan tetap berada di jalur saat melaju di jalan raya, serta sistem parkir otomatis yang memungkinkan mobil terparkir dengan bantuan minimal dari pengemudi.

Baterai Canggih MG 4X

Sorotan utama dari MG 4X ada pada teknologi baterainya. Mobil ini menggunakan baterai semi-solid-state berbasis mangan, yang hanya mengandung sekitar 5 persen elektrolit cair.

Berbeda dengan baterai kendaraan listrik konvensional yang menggunakan cairan sepenuhnya, teknologi ini dirancang untuk meningkatkan keamanan karena lebih tahan terhadap panas serta mampu bekerja lebih baik di suhu dingin.

Berdasarkan spesifikasi resmi, baterai tersebut memungkinkan mobil listrik ini menempuh jarak hingga sekitar 510 kilometer dalam sekali pengisian daya menurut pengujian CLTC.