Penjualan Ambruk, Pemerintah Beri Perhatian Khusus untuk LCGC

Penjualan mobil murah ramah lingkungan alias LCGC tengah menghadapi tekanan sejak tahun lalu. Namun, pemerintah tetap akan memberikan perhatian

Diterbitkan 06 Februari 2026, 16:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Segmen mobil murah ramah lingkungan, alias Low Cost Green Car (LCGC) mengalami tekanan cukup dalam sepanjang 2025. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), realisasi penjualan wholesales (pabrik ke dealer) LCGC sepanjang tahun lalu hanya sebesar 122.686 unit, atau turun signifikan dibandingkan periode 2024 yang mencatat 176.766 unit.

Menanggapi kondisi ini, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pemerintah tetap fokus dalam upaya pemulihan pasar mobil ramah lingkungan tersebut.

Menurutnya, penurunan penjualan ini menunjukkan bahwa pasar tengah mengalami tantangan dalam menjaga daya tarik segmen LCGC di tengah kondisi ekonomi saat ini.

"Kemudian kalau kita bicara mengenai segmen mobil murah dan ramah lingkungan atau LCGC, ini juga sama mengalami tekanan," ujar Agus Gumiwang di sela-sela pembukaan IIMS 2026, Kamis (5/2/2026).

Agus menilai, angka penjualan LCGC sepanjang tahun lalu, mencerminkan dinamika pasar otomotif serta perubahan preferensi konsumen di Indonesia. Meskipun demikian, pemerintah tidak tinggal diam menanggapi tren penurunan ini.

"Pemerintah dalam hal ini tentu akan tetap memberikan perhatian ya, pada pemulihan pasar LCGC melalui pemberian insentif fiskal yang efektif," tegas Agus.

Sementara itu, pemerintah sendiri, melalui Kementerian Perindustrian melihat, insentif fiskal sebagai instrumen penting untuk mendorong daya beli konsumen, serta membantu industri otomotif menghadapi tekanan pasar saat ini.

Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan konsumen kembali tertarik pada mobil murah yang hemat energi sekaligus ramah lingkungan tersebut.

Penjualan Mobil di Malaysia Dekati Indonesia, Jadi Alarm Industri Otomotif Tanah Air

Penjualan mobil di Malaysia menunjukan pertumbuhan yang cukup signifikan. Bahkan, pasar kendaraan roda empat di Negeri Jiran ini, nyaris mengalahkan pencapaian Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025.

Berdasarkan data Malaysia Automotive Association (MAA) mencatat penjualan mobil sepanjang 2025 mencapai 820.752 unit, naik tipis 0,5 persen dibanding 2024 yang berada di angka 816.747 unit.

Angka ini sekaligus menandai dua tahun beruntun pasar otomotif Negeri Jiran menembus level 800 ribu unit.

Sedangkan berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan roda empat di Tanah Air, sepanjang 2025 mencapai angka 833 ribu unit secara retail atau dari dealer ke konsumen.

Dengan melihat angka-angka tersebut, perbedaan penjualan antara Malaysia di Indonesia kian menipis.

Menurut Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam konteks pasar di kawasan Asia Tenggara, Indonesia memang tetap mempertahankan posisi terdepan.

“Saya mendengar laporan dari teman-teman Gaikindo, bahwa penjualan otomotif di Malaysia itu mungkin sudah mendekati penjualan otomotif di Indonesia, atau bahkan mungkin juga sudah melewati dan ini merupakan sebuah alarm bagi kita, bagi Indonesia,” jelas Agus, dalam sambutannya saat pembukaan IIMS 2026, Kamis (5/2/2025).