Huawei dan GAC Perkenalkan Qijing, Shooting Brake Listrik dengan Teknologi Canggih dan Harga Lebih Terjangkau

Huawei bekerja sama dengan GAC Group meluncurkan merek baru Qijing dengan model perdana berupa shooting brake listrik bergaya sporty

Diterbitkan 27 Desember 2025, 16:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kolaborasi antara raksasa teknologi Huawei dan pabrikan otomotif besar asal China, GAC Group, akhirnya membuahkan hasil nyata. Kedua perusahaan tersebut secara resmi memperkenalkan mobil listrik pertama dari merek baru bernama Qijing, yang siap meramaikan pasar kendaraan listrik dengan pendekatan berbeda.

Produk perdana Qijing hadir dalam bentuk shooting brake elektrik, sebuah pilihan desain yang cukup berani di tengah dominasi SUV listrik saat ini. Mobil ini dijadwalkan mulai dikirim ke konsumen pada Juni 2026, setelah peluncuran resminya dilakukan dalam beberapa pekan ke depan.

Dilansir arenaev, Qijing memilih gaya shooting brake yang merupakan evolusi dari station wagon dengan bodi lebih rendah dan aerodinamis.

Desain ini menghadirkan kap mesin yang menukik, intake udara besar pada bumper depan, serta penggunaan pelek 20 inci palang sepuluh yang menonjolkan kesan agresif dan sporty.

Door handle yang dibuat rata dengan bodi juga membantu menciptakan garis desain yang bersih sekaligus meningkatkan efisiensi aerodinamika.

Masuk ke sisi teknologi, Qijing dibekali sistem cerdas Qiankun besutan Huawei. Salah satu ciri paling mencolok adalah kehadiran sensor LiDAR di atap kendaraan, yang berfungsi sebagai “mata” mobil untuk memantau kondisi sekitar secara real time.

Mobil listrik ini diklaim sudah siap Level 3 autonomous driving. Artinya, dalam kondisi tertentu kendaraan mampu menangani sejumlah tugas berkendara secara otomatis, meski pengemudi tetap harus siaga untuk mengambil alih kendali kapan pun dibutuhkan.

Soal dapur pacu, detail kapasitas baterai memang belum diungkap secara resmi. Namun, Qijing sudah mengadopsi arsitektur listrik 800V yang mendukung pengisian daya cepat.

Teknologi ini memungkinkan waktu pengisian yang jauh lebih singkat dibandingkan sistem 400V konvensional, sehingga lebih ideal untuk perjalanan jarak jauh.

 

Adopsi Teknologi Cerdas

Tak hanya mengandalkan tampilan sporty, Qijing juga mengintegrasikan sistem ADAS berteknologi tinggi.

Kombinasi sensor LiDAR dan perangkat lunak pintar diklaim mampu meningkatkan respons kendaraan dalam menghadapi situasi jalan yang kompleks, sekaligus memperkuat klaim kesiapan Level 3.

Menariknya, meskipun desain dan teknologi yang diusung disebut setara dengan mobil listrik premium yang biasanya dibanderol hingga RMB 1 juta atau sekitar Rp 2,3 miliar, Qijing justru mengambil strategi harga yang lebih agresif.

Model perdana ini diperkirakan akan dipasarkan di China dengan harga sekitar RMB 300.000 atau setara Rp 717 jutaan.

Peluncuran Qijing shooting brake menjadi langkah penting bagi Huawei dan GAC dalam membangun merek kendaraan listrik baru yang ambisius.

Dengan desain atraktif, teknologi mutakhir, dan banderol harga yang kompetitif, mobil ini berpotensi menjadi pesaing serius di pasar EV China sekaligus memberi tekanan besar bagi merek-merek mapan di segmen premium.