Waktu Ganti Oli yang Tepat untuk Motor yang Jarang Dipakai

Motor yang jarang dipakai sering kali dibiarkan begitu saja tanpa perawatan. Padahal, hal tersebut bisa menimbulkan kerusakan pada mesin dan performa motor.

Diterbitkan 23 Oktober 2025, 17:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Motor yang jarang dipakai sering kali dibiarkan begitu saja tanpa perawatan. Padahal, hal tersebut bisa menimbulkan kerusakan pada mesin dan performa motor.

Hal seperti mengganti oli motor misalnya, banyak yang masih bertanya-tanya, jika motor jarang dipakai, ganti oli motor berapa bulan sekali?

Meskipun motor jarang dipakai, pelumas mesin tetap bisa rusak dan berdampak buruk jika tidak diganti sesuai waktunya. 

Umumnya, batas ganti oli motor berdasarkan jarak tempuh. Namun, kalau motor jarang dipakai, jelas jarak ini sulit dijadikan patokan. Nah, di sini lah waktu atau durasi jadi acuan yang lebih relevan.

Disitat dari laman Suzuki, oli pada motor tetap wajib diganti minimal enam bulan sekali atau saat jarak tempuh mencapai 4.000 km.

Artinya, jika motor baru dipakai sejauh 500 km dalam enam bulan, oli tetap diganti. 

Namun, ada juga yang berpendapat bahwa oli diganti dalam waktu 6-12 bulan tergantung jenis olinya. Untuk oli sintetis, biasanya sedikit lebih panjang.

Berikut efek buruk jika oli mesin tidak diganti:

1. Oli Bocor

Endapan atau tekanan yang meningkat akibat jarang ganti oli bisa merusak seal dan gasket hingga menyebabkan oli bocor.

2. Komponen Mesin Cepat Rusak

Oli adalah pelumas untuk mesin, dan tanpa pelumasan optimal maka gesekan antar komponen mesin tentu akan meningkat. 

3. Panas Berlebih

Selain membantu sebagai pelumas, oli juga berperan sebagai pendingin tambahan. Jika kualitasnya sudah menurun, suhu mesin bisa naik drastis hingga berisiko overheat atau panas berlebih. 

4. Overhaul atau Turun Mesin

Overhaul alias turun mesin adalah proses mesin kendaraan dibongkar untuk dicek, diservis, atau diganti komponennya. Dalam kasus yang parah, oli yang benar-benar rusak bisa menyebabkan Anda mau tidak mau harus turun mesin.

 

 

Tips Merawat Motor yang Jarang Digunakan

Meski jarang digunakan, motor tetap harus mendapat perawatan secara berkala. Hal ini untuk memastikan motor tetap dalam kondisi prima saat digunakan.

Berikut tips yang bisa dilakukan untuk mencegah kerusakan yang mungkin terjadi pada motor yang jarang digunakan:

1. Panaskan Motor secara Berkala

Mesin motor yang terlalu lama tidak menyala bisa membuat oli mengendap dan komponen internal berkarat.

2. Gunakan Oli Sintesis

Jenis oli sintesis memang cenderung lebih lama karena bahannya lebih stabil. Namun, harga yang ditawarkan cukup mahal daripada oli mineral. 

3. Ganti juga Filter Oli

Mengganti oli tanpa mengganti filter ibarat menyiram air bersih lewat selang kotor. Ini karena filter berfungsi menyaring kotoran dan endapan yang terbentuk selama oli digunakan.

Kalau tidak diganti, kotoran tersebut bisa menyumbat saluran oli dan membuat oli baru jadi tidak efektif. Akibatnya, sirkulasi pelumas terganggu dan bisa menyebabkan kerusakan mesin.

Melalui penjelasan tadi, oli motor yang jarang dipakai bisa diganti sesuai dengan waktunya untuk menjaga kualitas motor.