Soal Perang Harga di Indonesia, Toyota: Setiap Merek Punya Strategi

Perang harga yang semakin sengit tengah terjadi di pasar Indonesia. Toyota Indonesia pun turut menyoroti fenomena ini

Diterbitkan 05 Agustus 2025, 17:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perang harga yang semakin sengit tengah terjadi di pasar Indonesia. Beberapa merek roda empat, berlomba-lomba untuk menurunkan harga jual kendaraan, terlebih setelah kehadiran model baru asal Tiongkok, BYD Atto 1.

Menanggapi fenomena perang harga tersebut, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily mengatakan, perang harga ini merupakan strategi yang bisa dilakukan oleh setiap merek, dan tidak ada larangan untuk melakukan hal tersebut.

"Namanya kompetisi menurut saya itu normal, masing-masing orang bisa memilih strategi berbeda," ujar Ernando, saat ditemui di arena GIIAS 2025, pekan lalu.

Namun, terkait perang harga ini, Ernando mengatakan strategi terkait pengalaman memiliki sebuah kendaraan masih menjadi hal yang sangat penting.

"Pada waktu orang Indonesia beli mobil, kita tahu yang dipertimbangkan, satu produk itu sendiri, dua harga sesuai kemampuan, tiga konsumsi bahan bakar, empat perawatan, dan lima spare part. Keenam, Indonesia juga tahu, belum beli mobil sudah memperkirakan harga jual kembali," tegasnya.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, Toyota menilai bahwa memberikan pengalaman kepemilikan menyeluruh dengan berbagai layanan optimal, tetap akan membuat konsumen untuk memilih sebuah model atau merek tertentu.

Sementara itu, meskipun perang harga tengah memanas saat ini, Toyota sendiri tak kehilangan kepercayaan dari pelanggan.

Terbukti, selama delapan hari gelaran GIIAS 2025, raksasa otomotif asal Jepang ini, mampu mendapatkan pesanan sebanyak 4.250 unit.

"Hasil yang kami capai, untuk SPK masih stabil dibanding tahun lalu. Angkanya, 4.250 unit selama delapan hari GIIAS 2025," jelas Ernando.

Kontributor Utama Toyota

Ernando juga menjelaskan, kontributor utama dari pencapain selama GIIAS 2025 ini, disumbangkan oleh Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid.

"Kontribusi Kijang Innova Zenix Hybrid, 25 persen dari total SPK. Sedangkan secara keseluruhan, model elektrifikasi menyumbang 34 persen atau meningkat 7 persen dari tahun lalu," tambah Ernando.

Sebagai informasi, Toyota hadir di GIIAS 2025, dengan membawa dua mobil listrik anyar, yaitu new bZ4X sebagai model bertenaga baterai murni pertama Toyota yang diproduksi secara lokal di Indonesia. Model kedua, adalah Toyota Urban Cruiser EV.

Â