Sukses

Top 3: Penyebab Oli Mobil Berkurang dan Subaru Siap Bangun Pabrik Mobil Listrik

Liputan6.com, Jakarta - Sebagai pemilik mobil, Anda wajib untuk sesekali mengecek volume oli mesin. Jika oli berkurang, penyebabnya diulas dalam artikel "Oli Mobil Berkurang Usai Mudik Lebaran 2022, Cek Penyebabnya".

Selain itu, dua berita menarik lainnya adalah "Tantang NMax 155 dan PCX 160, Suzuki Burgman 150 Siap Mengaspal Sebentar Lagi" dan "Perkuat Pasar, Subaru Siap Bangun Pabrik Mobil Listrik Pertama di Jepang". Berikut rangkumannya. 

1. Oli Mobil Berkurang Usai Mudik Lebaran 2022, Cek Penyebabnya

Setelah pulang dari mudik Lebaran 2022, jangan kaget jika oli mobil berkurang. Jika berkurang berlebihan, Anda patut waspada.

Sebab pelumas memiliki peran penting bagi kendaraan yaitu memberikan lapisan komponen saat bergesekan agar tidak cepat aus dan rusak.

Baca selengkapnya di sini.

2. Tantang NMax 155 dan PCX 160, Suzuki Burgman 150 Siap Mengaspal Sebentar Lagi

Suzuki dikabarkan akan mulai bertarung di segmen skuter matik (skutik) premium 150cc. Untuk menantang kedigdayaan pemain lama, seperti Yamaha NMax 155 dan Honda PCX 160, jenama berlambang huruf S ini siap menghadirkan all new Burgman 150 dalam waktu dekat.

Dilansir Great Biker, bodi dan desain all new Suzuki Burgman 150 diharapkan berasal dari merek Haojue UHR 150 yang baru saja diluncurkan di Cina. Jika kita mempertimbangkan tampilan desain Haojue UHR 150 bisa dibilang sangat elegan, dengan standar internasional. Lampu depan dengan LED DRL, sistem start & Stop untuk mematikan dan menghidupkan mesin secara otomatis.

Baca selengkapnya di sini.

**Pantau arus mudik dan balik Lebaran 2022 melalui CCTV Kemenhub dari berbagai titik secara realtime di tautan ini

2 dari 2 halaman

3. Perkuat Pasar, Subaru Siap Bangun Pabrik Mobil Listrik Pertama di Jepang

Subaru bertujuan untuk membangun pabrik khusus kendaraan listrik di Jepang. Rencana tersebut, sebagai bagian dari peningkatan investasi sebesar US$ 1,9 miliar untuk menghadapi lonjakan permintaan mobil ramah lingkungan, di pasar utamanya, Amerika Utara.

Dilansir Reuters, Subaru kini memang tengah mengalami krisis chip semi konduktor, dengan hanya memiliki stok kendaraan di Amerika Serikat sekitar 5.000 unit.

Baca selengkapnya di sini.