Sukses

Gara-Gara Baut, Chevrolet Terpaksa Setop Produksi Mobil Listrik Bolt

Liputan6.com, Jakarta - General Motors, sebagai induk perusahaan Chevrolet, akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara produksi dari dua mobil listrik mereka, Bolt EV dan EUV.

Permasalahan yang menjadi latar belakang masih sama, yakni terkait adanya cacat produksi pada baut baterai yang dipasok oleh LG Energy Solution.

Mengutip dari insideevs, penghentian produksi terhadap dua model ini bukan kali pertama bagi Chevrolet. Sebelumnya, prinsipal sudah memutuskan menyetop produksi karena kelangkaan komponen microchip.

Tapi, pada penghentian produksi kali ini, Chevrolet dengan berat hati harus melakukan penarikan kembali dua model tersebut akibat baut yang dipasang pada baterai.

Dalam keterangan resminya, Juru Bicara General Motors, Daniel Flores, menjelaskan bahwa pihaknya akan melanjutkan produksi sampai pemasok baterai untuk mereka bisa memastikan bahwa tidak ada lagi cacat produksi.

"Kami tidak akan melanjutkan perbaikan atau memulai kembali produksi sampai kami yakin LG memproduksi produk bebas cacat untuk kami. Dalam keadaan yang jarang terjadi, baterai yang dipasok ke General Motors untuk kendaraan ini mungkin memiliki dua cacat produksi, yakni Tab Anoda yang sobek serta pemisah yang terlipat," jelas Daniel Flores.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

General Motors Rugi Rp 25,7 Triliun

Dari penarikan kembali tersebut, General Motors, dikabarkan harus mengeluarkan dana sebesar USD 1,8 miliar atau setara dengan Rp 25,7 triliun. Secara total, perusahaan harus mengganti 142.000 baut termasuk 100.000 unit yang terdampak berada di Amerika Serikat.

General Motors belum bernafas lega. Pasalnya, kini baut yang digunakan pada model Bolt EUV terbaru, juga disinyalir mengalami hal serupa dengan model sebelumnya. Sehingga, dengan kondisi tersebut Chevrolet tidak lagi memiliki stok modul baterai yang bebas cacat produksi.

Tidak ada yang mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh LG Energy Solution untuk menemukan akar permasalahannya. Paling tidak, LG harus melakukannya berminggu-minggu untuk memastikan memperbaiki jalur produksinya, memproduksi sel baru, memeriksa ulang apakah sel tersebut bebas cacat atau tidak.

3 dari 3 halaman

Infografis Selamat Datang Era Mobil Listrik di Indonesia