Sukses

Dongkrak Pariwisata, Komunitas Motor Ini Bersihkan Toilet di Dieng

Liputan6.com, Jakarta - Komunitas motor LA 32 Riders berkolaborasi dengan Satgas Jamban Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, membedah toilet di lokasi wisata basecamp Dwarawati, Dieng Kulon. Hal tersebut dilakukan untuk mendongkrak kembali sektor pariwisata, yang menjadi salah satu kena dampak pandemi Virus Corona Covid-19 di Indonesia.

Kegiatan sosial yang dikemas dengan cara membersihkan dan mempercantik toilet ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi para wisatawan yang datang untuk menikmati panorama keindahan Gunung Prau.

"Bedah toilet ini merupakan kepedulian dan upaya kami dalam mendorong kemajuan pariwisata Nasional di masa pandemi." ujar Yusuf Arief, Founder LA 32 Riders. 

Ia menyebutkan dalam acara bedah toilet, 8 member LA 32 Riders melakukan riding sejauh 531 KM untuk mencapai lokasi wisata tersebut.

Sementara itu, Taufiq Ismail selaku Tim Pelaksana Satgas Jamban  Jateng dan  DIY, menyambut baik kerjasama yang telah dilakukan bersama komunitas motor dari Jakarta ini dengan menurunkan 10 anggotanya.

"Kerjasama ini tentunya  memberikan contoh yang baik bagi komunitas motor lain dalam menjaga citra berbagai tempat wisata di Dieng." ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Butuh Waktu 3 Jam

Dalam waktu tidak lebih dari tiga jam, toilet yang berjumlah 5 bilik itu pun selesai dibedah, mulai dari pembersihan, pengecatan dinding dan melengkapi kebutuhan kebersihan untuk toilet sesuai dengan protokol kesehatan. Tidak hanya bedah toilet, dalam kegiatan sosial ini juga dilakukan penanaman bibit Pohon Cemara dan bambu Cendani sebanyak 40 pohon.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menyambut baik kegiatan yang dirancang Komunitas sepeda motor LA 32 Riders tersebut. Menurut dia, kolaborasi ini bentuk kemitraan antara masyarakat dan pemerintah dalam membangun pariwisata Indonesia.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Komunitas sepeda motor LA 32 Riders. Ini adalah bentuk kolaborasi dalam menciptakan kemitraan antara pemerintah dan komunitas dalam melakukan pembenahan pariwisata era baru," kata Sandi.