Sukses

Curah Hujan Tinggi, Simak 6 Tips Cara Berkendara Ketika Banjir

Liputan6.com, Jakarta Kewaspadaan para pengendara mobil perlu terus ditingkatkan. Pasalnya, bulan Februari ini menjadi puncak musim hujan dengan tingkat curah hujan yang tinggi. Betul saja, hampir setiap hari di berbagai daerah di Indonesia diguyur hujan, mulai dari intensitas rendah, sedang hingga tinggi.

Tingginya curah hujan membuat banyak jalanan di ibu kota dan beberapa kota besar lain tergenang karena banjir. Keadaan ini terkadang tidak bisa kita hindari karena hujan bisa mendadak datang dan untuk menuju tujuan kita harus melewati jalanan yang tergenang air. Oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu kita lakukan supaya terhindar dari banjir dan mobil tetap aman.

1. Cari tahu perkiraan cuaca

Sehari sebelumnya, kamu bisa mencari informasi terkait perkiraan cuaca. Baca apakah intensitas hujan rendah, sedang atau tinggi. Agar keesokan harinya kamu bisa lebih mempersiapkan diri untuk berkendara dan menentukan mobil yang akan dipakai.

2. Cari jalan alternatif

Setelah tahu perkiraan cuaca, persiapan untuk melewati jalan alternatif. Meskipun sedikit lebih jauh dan memakan waktu, yang penting aman. Bisa kamu siasati dengan berangkat lebih awal.

2 dari 3 halaman

3. Jangan paksakan diri 

Jangan memaksa kendaraan untuk melewati genangan air, risiko keselamatan anda dan mobil menjadi taruhannya. Memaksakan diri melewati jalan yang banjir, berisiko merusak komponen mobil. Waspadai juga selokan tidak terlihat yang dapat mengakibatkan mobil terperosok semakin dalam.

4. Mengurangi kecepatan 

Berkendara dalam keadaan hujan tentu kita akan melewati jalanan yang licin dan terdapat genangan air. Keadaan ini tentu mengakibatkan mobil mudah tergelincir dan dapat mengakibatkan kecelakaan. Sebaiknya berkendara dengan kecepatan rendah.

3 dari 3 halaman

5. Jaga jarak 

Selalu menjaga jarak dengan kendaraan di depan ataupun belakang. Apalagi ketika hujan lebat dengan jarak pandang pendek. Hindari melewati jalanan yang memiliki banyak pohon serta baliho untuk meminimalisir risiko mobil tertimpa kedua benda tersebut.

6. Hindari kondisi water hammer

Kondisi ini biasa disebut hydrolocking, atau keadaan mesin mobil mati mendadak karena adanya air masuk ke dalam ruang bakar melewati air intake. Hal ini menyebabkan tekanan besar di dalam mesin sehingga komponen di dalam mesin rusak akibat connecting rod bengkok dan mobil akan mogok seketika. Mobil yang mengalami kondisi ini harus mengganti bagian yang rusak dengan biaya yang cukup mahal.

Selain itu, Anda juga perlu hati-hari karena mobil yang mengalami kerusakan karena menerobos banjir klaimnya tidak diterima. Keadaan ini merujuk pada penjelasan di Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) pasal 3 ayat 4 yang mengatakan kalau asuransi tidak menjamin kerugian, kerusakan dan biaya atas kendaraan bermotor tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga jika: 4.4 Dikemudikan secara paksa walaupun secara teknis kondisi kendaraan dalam keadaan rusak atau tidak laik jalan.

Merujuk dari pasal tersebut, sebaiknya anda senantiasa berhati-hati dan selalu waspada dalam keadaan hujan atau banjir. Jangan paksa kendaraan anda untuk melewati genangan atau banjir dan selalu utamakan keselamatan diri ketika berkendara.

Kerusakan mobil karena bencana alam seperti banjir bisa ditanggung oleh asuransi, tetapi pemilik polis standar harus memastikan kalau asuransi yang dimiliki mempunyai perluasan jaminan. Ketelitian dalam memilih polis asuransi sangat diperlukan supaya kendaraan aman terlindungi dalam berbagai situasi bencana.Pastikan asuransi sudah mendapatkan perluasan jaminan bencana alam.

Pilih asuransi mobil terpercaya yang mengusung tagline "Beli Online & Klaim Mudah". Asuransi ini menawarkan layanan antar jemput ke bengkel, home survey claim, pembelian dan klaim secara online, serta bantuan dan call center 24 jam.  Asuransi mobil menjadi salah satu cara untuk melindungi mobil Anda dari berbagai macam risiko di waktu yang tidak terduga. 

 

(*)