Sukses

Semir Ban Motor Ternyata Berisiko, Ini Penjelasannya

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu cara agar tampilan ban tetap mengkilap dan kinclong adalah dengan menyemir si karet bundar tersebut. Namun, bagi pemilik motor, jangan sembarangan melakukan hal tersebut, karena salah-salah bisa berakibat fatal.

Dijelaskan Freddy Yohannes, Head of Promotion PT Banteng Pratama Rubber (BPR), produsen ban Mizzle, menyemir ban memang memiliki manfaat yang baik. Namun, menyemir ban hanya di dinding ban dan jangan di tapak ban.

"Semir ban itu di dindingnya saja, jangan di tapak ban karena bisa membuat licin dan hilang traksi," jelas Freddy di kantornya, Senin (6/7).

Lanjut Freddy, paling berbahaya adalah ketika motor pertama digunakan setelah abis disemir tapak bannya. Pasalnya, ban yang licin dan hilang traksi, bisa mengakibatkan kecelakaan dan membayakan bagi diri sendiri atau orang lain.

"Kalau sudah kena aspal lama setelah disemir tidak masalah, karena pasti semirnya sudah terkena debu atau kotoran di jalan. Paling berbahaya ya saat pertama digunakan setelah tapak ban disemir," pungkasnya.

Sebagai informasi, menyoal pemilihan jenis semir ban, bisa menggunakan merek apa saja, tapi bahannya mengandung silicone.

Biasanya, perbedaannya ada di aroma, dan prinsip kerjanya juga sama, yaitu untuk mengkilapkan ban motor dan menutup pori-pori yang terbuka.

2 dari 3 halaman

Merawat Ban Mobil Enggak Boleh Asal, Ini Caranya yang Benar

Ban atau roda menjadi salah satu komponen penting dari sebuah kendaraan, baik mobil ataupun motor. Karet bundar ini, menjadi satu-satunya yang berhubungan langsung dengan jalanan, dan pastinya mempengaruhi kenyaman dan keamanan saat berkendara.

Terlebih lagi, bagian dari kaki-kaki mobil tersebut tak selamanya mendapatkan beban ideal, yang membuat ban bekerja keras. Dengan beragam kondisi tersebut, tak heran jika akan muncul beberapa kerusakan ban, hingga mengharuskan ban segera diganti karena tidak aman jika tetap digunakan.

Selain itu, sering menganggap ringan permasalahan mengenai ban akan fatal akibatnya bagi keselamatan. Sebab, bisa saja ban yang digunakan tidak dapat bekerja sesuai fungsinya.

 

3 dari 3 halaman

Penyebab Ban Rusak

Untuk menghidari masalah di jalan, ada beberapa indikasi penyebab ban rusak yang harus segera diganti selain tapak atau profil ban yang sudah tipis atau habis.

"Ciri lainnya juga dapat dilihat pada indikator keausan ban atau TWI (tread wear indicator). Langkah ini bisa dilihat pada dinding ban kendaraan. Lihat juga periode produksi ban ada pada permukaan. Umumnya periode minggu dan tahun produksi ban keluar dari pabrik,” tukas Aidil Swastomo, Head of Aftersales Astra Peugeot, dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com, Senin (29/6/2020).

Sementara itu, usia produksi ban ideal berada di bawah dua tahun. Performanya masih prima di luar pemakaian yang ekstrim.

Contohnya 4019 pada permukaan ban, artinya ban diproduksi minggu ke-40 pada 2019.