Sukses

Bernostalgia dengan Motor Sport Legendaris Suzuki RGR 150

Liputan6.com, Jakarta - Suzuki saat ini memiliki satu motor sport andalan, GSX R150. Namun, beberapa dekade lalu, pabrikan berlambang huruf S' ini memiliki satu model legendaris, RGR 150.

Melansir laman resmi Suzuki Indonesia, saat pertama kali meluncur di Tanah Air, motor yang disebut Suzuki RGR 150 Spinter ini langsung menyedot perhatian penggemar sepeda motor.

Dibekali tampilan yang begitu sporty, dengan fairing setengah telanjang lengkap dan pelindung mesin alias under cowl, tak heran jika roda dua ini banyak digandrungi kaum muda saat itu.

Selain desain tampilan, hal yang paling disukai dari Suzuki RGR 150 Spinter adalah sudah mengusung mesin 150cc. Unit tersebut lebih besar dari kompetitor sekelasnya, yang hanya mengusung mesin 135 cc.

Tidak hanya itu, suspensi belakangnya sudah monoshock dan tidak lagi model ganda.

 

2 dari 3 halaman

Suzuki RGR 150 Crystal & Suzuki RGR 150 Tornado Perbedaan RGR 150 Crystal dari Suzuki RGR 150 Spinter ada pada lampu belakang, dan sudah memakai full fairing. Produksi Suzuki RGR 150 Crystal juga tidak terlalu lama karena pada 1995 dihentikan, dan digantikan RGR 150 generasi ketiga, dengan nama Tornado di belakangnya (1995-1997). Kenapa disebut Tornado? Karena lampu belakangnya sudah lebih modern mirip tornado. Dilihat secara keseluruhan, bentuk bodi Suzuki RGR 150 Tornado juga lebih bulat dari dua generasi pendahulunya.

Paling menarik, dari Suzuki RGR 150 Spinter adalah motor ini sudah mengusung teknologi yang terbilang tinggi saat itu.

Beberapa yang terekam ialah teknologi SIPC (Suzuki Intake Pulse Control) dan SSS (Suzuki Super Scavenging System).

Teknologi SIPC tugasnya mengontrol masuknya bahan bakar sesuai kebutuhan mesin. Sedangkan SSS tugasnya memberi asupan udara lebih besar ketika mesin meraung di rpm tinggi.

Tapi sayangnya, Suzuki menyetop produksinya pada 1992, dan pada 1993 digantikan Suzuki RGR 150 generasi kedua, yaitu RGR 150 Crystal.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading