Sukses

Platform TNGA Baru untuk Toyota Yaris Anyar, Apa Bedanya?

Liputan6.com, Jakarta - Toyota kembali memperkenalkan versi baru dari platform canggihnya, Toyota New Global Architecture (TNGA). Setelah versi GA-C yang digunakan untuk Prius, C-HR, dan Corolla baru, serta GA-K untuk Camry dan RAV, kini raksasa asal Jepang ini memperkenalkan versi GA-B untuk mobil kecilnya, Yaris.

Platform TNGA GA-B ini dikembangkan untuk meningkatkan desain dan mendorong kinerja dari mobil kecilnya. Platform ini memungkinkan untuk mengakomodasi berbagai panjang jarak sumbu roda, tinggi kendaraan, yang memungkinkan perancang dan insinyur untuk membuat kendaraan dengan berbagai ukuran dan tipe bodi.

TNGA GA-B ini juga dirancang untuk memaksimalkan ruang interior, dengan pengaplikasian yang cerdas dan menghasilkan interior yang luas dan nyaman. Sementara itu, perancang kendaraan akan memiliki kebebsarn untuk membuat kendaraan dengan tampilan yang menarik, dengan tinggi yang rendah dan posisi yang lebar.

Hal tersebut juga termasuk penentuan posisi komponen yang tidak terlihat, untuk menyederhanakan desain kendaraan di area utama, dan titik pinggul pengemudi yang diposisikan rendah, serta roda-roda di sudut-sudut platform disertai dengan overhang yang sangat pendek.

Sebagai permulaan, teknologi penggabungan yang canggih ini menyediakan tingkat kekakuan bagian bawah bodi yang tinggi, sambil menjaga bobot dan biaya tetap terjaga.

Kedua, suspensi depan MacPherson strut memiliki peredam gesekan rendah dan berbagai tipe pegas. Sedangkan suspensi belakang, dapat ditentukan sebagai balok puntir atau desain multi-link tergantung pada karakter dan jenis kendaraan.

2 dari 3 halaman

Ini yang Baru dari Toyota Corolla Altis

Toyota Corolla Altis 2019 meluncur di Thailand. Ada dua varian yang menonjol, yakni Hybrid dan GR Sport.

Altis baru termasuk dalam generasi ke-12 sedan legendaris Toyota yang telah mengusung platform TNGA (Toyota New Global Architecture). Tepatnya tipe GA-C, alias relasi dekat dengan Toyota C-HR.

Sayang, bukan mengambil desain sporty nan agresif seperti di Amerika Serikat, melainkan sama persis seperti dijual di Cina, Eropa dan untuk pasar Asia Tenggara lain, termasuk Indonesia kelak.

Tipe paling bawah, Corolla Altis 1.6 J LIMO dibanderol 829.000 baht (Rp 384 juta). Di atasnya, 1.6 G CVT seharga 869.000 baht (Rp402 juta). Dapur pacu terkecil, memakai mesin 1ZR-FBE 4-silinder 1.598 cc Dual VVT-i.

Tenaga maksimum cukup 125 HP dan torsi 156 Nm. Varian ini paling cocok dijadikan taksi yang selalu jadi andalan sejak dulu di Negeri Gajah Putih. Untuk versi matik dipasangkan Super CVT-i dengan sistem G AI Shift Control dan Sequential Shift.

Corolla Altis GR Sport menjadi varian sporty menggantikan TRD Sportivo. Ramuannya sama saja. Cuma menambah body kit dan detail kecil ke desain dasar yang sama.

Jantung mekanis tak dioprek, memanfaatkan 2ZR-FBE 4-silinder 1,8-liter Dual VVT-i bertenaga 140 HP dan torsi 177 Nm. Pasangan transmisinya hanya CVT. Harga untuk GR Sport 999.000 baht atau setara Rp 464 juta.

Varian Corolla Altis Hybrid bakal menjadi pilihan bagi konsumen yang lebih peduli lingkungan. Mekanikalnya sama seperti C-HR Hybrid. Terpasang mesin siklus Atkinson 2ZR-FXE 1,8-liter VVT-i, dengan keluaran tenaga 98 HP serta torsi 142 Nm.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Toyota Calya Facelift Pertahankan Rear Air Circulator, Ini Alasannya
Artikel Selanjutnya
Mengenal Lebih Dekat Fitur Toyota Safety Sense pada Corolla Hybrid Altis