Sukses

Mobil Listrik DFSK Tampil di GIIAS 2019, Sinyal Diproduksi di Indonesia?

Liputan6.com, Tangerang - Persaingan di pasar mobil ramah lingkungan di Indonesia ke depan sepertinya tidak akan didominasi pabrikan Jepang atau Eropa saja. Pasalnya, salah satu pabrikan asal Cina, DFSK sudah mulai pamer mobil listriknya, Glory E3 di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019.

DFSK Glory E3 merupakan kendaraan listrik yang sudah siap diproduksi secara massal untuk digunakan sehari-hari. Kendaraan ramah lingkungan ini, menjadi contoh keseriusan DFSK menghadirkan model listrik yang tidak hanya mengusung gaya modern, tapi juga mengedepankan fungsionalitas.

"Kami sengaja membawa DFSK Glory E3 untuk diperkenalkan kepada konsumen di Indonesia. DFSK mengembangkan kendaraan ini dengan memanfaatkan fasilitas riset dan pengembangan di Silicon Valley, Amerika Serikat, yang memang serius untuk melakukan penelitian serta pengembangan kendaraan di masa depan sejak 2006," ujar Managing Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, di booth GIIAS 2019, ICE BSD, Tangerang Selatan, Jumat (19/7).

Desain DFSK Glory E3 sudah disesuaikan dengan gaya modern dan menunjang teknologi kendaraan listrik. Salah satu yang menjadi penegas DFSK Glory E3 bisa digunakan sehari-hari, adalah kombinasi motor listrik dan baterai yang memiliki kemampuan jarak tempuh mulai dari 405 kilometer.

Selain itu, model ini juga memiliki kapasitas baterai sebesar 52,56 kwh yang sandingkan dengan electric motor bertipe Permanent Magnet Synchronous Motor. Untuk melakukan pengisian daya baterai, Glory E3 hanya memerlukan waktu 30 menit dan mampu mencapai 80 persen daya baterai dengan menggunakan teknologi fast charging.

Dengan spesifikasi tersebut, DFSK Glory E3 mampu menghembuskan tenaga 163 PS dan torsi mencapai 300 Nm, yang mampu berakselerasi 0 sampai 50 km dalam waktu 3,9 detik. Selain itu, tersedia tiga mode berkendara yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan Normal/Eco/Sport.

2 dari 2 halaman

Bisa diproduksi di Indonesia

Sementara itu, terkait pemasarannya, DFSK sudah melakukan riset untuk melihat berbagai kemungkinan seperti kebijakan, keinginan pasar, manajemen energi, pola perilaku berkendara, pemeliharaan kendaraan, dan lainnya.

"Persiapan perlu dilakukan sejak dini mengingat DFSK Glory E3 akan dipasarkan secara global, termasuk di kawasan ASEAN. Indonesia berpeluang menjadi basis produksi untuk pasar ASEAN mengingat fasilitas produksi di Indonesia sangat memungkinkan dan mendukung. Mengenai harga, kita masih melakukan riset pasar untuk harga DFSK Glory E3. Nanti akan kita umumkan lebih lanjut lagi," pungkas Franz Wang.

 

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Perpres Diteken, DFSK Pamer Mobil Listrik September Mendatang
Artikel Selanjutnya
Dibanderol Mulai Rp189 Juta, Siapa Pembeli DFSK Glory 560?