Sukses

Main Gim Balap Mobil Bikin Jago Mengemudi, Benarkah?

Liputan6.com, Jakarta Bermain gim balap mobil bisa menghilangkan rasa bosan. Semakin canggihnya teknologi, bermain gim pun terlihat semakin realistis. Apalagi jika gim tersebut beraliran simulasi seperti Gran Turismo.

Beberapa orang percaya bahwa keterampilan mengontrol mobil dalam gim balap bisa meningkatkan skill mengemudi mereka. Benarkah demikian?

Melansir Zing, rupanya anggapan itu tak sepenuhnya benar. Baru-baru ini, CensusWide melakukan survei kepada 1.250 orang di Inggris soal anggapan ini.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang sering bermain gim balap cenderung lebih ceroboh. Mereka juga sering mengemudi secara tidak aman ketimbang orang-orang yang kurang terpapar gim balap.

Lebih dari 20 persen dari total responden mengaku menguji keterampilan yang mereka lihat atau pelajari di gim balap saat menyetir mobil sehari-hari.

 

2 dari 3 halaman

Tak Sepenuhnya Benar

Pada kelompok orang yang secara teratur memainkan game balap 26 persen di antaranya setidaknya pernah melakukan 2 kali pelanggaran lalu lintas. Sementara pada kelompok yang jarang atau tidak pernah bermain game balap, prosentasenya hanya 17 persen. Penelitian ini juga menyebutkan bahwa, rata-rata orang pernah terlibat kecelakaan setelah memiliki SIM.

Namun, kesimpulan penelitian CensusWide itu bertentangan dengan penelitian yang dilakukanoleh University of Rochester, Amerika Serikat, pada 2010 lalu. Penelitan itu menunjukkan bahwa game bisa membantu meningkatkan reflek pemain saat menghadapi kondisi berbahaya dalam kehidupan nyata.

3 dari 3 halaman

Diuji Coba Polisi Inggris

Pada 2017 bahkan Pemerintah Inggris memasukkan game balap Gran Turismo Sport ke dalam kursus pelatihan keterampilan mengemudi untuk polisi. Hasilnya, beberapa petugas polisi bisa mempersingkat waktu mengemudi di jalan yang sama dibandingkan sebelum dilatih, sambil meningkatkan kelancaran dan stabilitas saat menghadapi kondisi jalan.

Sebetulnya, tidak bisa dipungkiri bahwa game balap juga bisa memberi pemain pengetahuan tertentu yang bisa didapatkan melalui tantangan virtual. Hanya saja, tidak semua gamer bisa menerapkan pengalaman tersebut saat mengemudikan mobil sesungguhnya.

Satu hal lain yang perlu dicatat adalah bahwa esensi utama permainan adalah hanya sebagai hiburan. Dalam kehidupan nyata, tak ada insiden kecelakaan yang bisa diselesaikan dalam hitungan detik seperti dalam game.

Sumber: Otosia.com

 

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Microsoft Gulirkan Pratinjau Project xCloud
Artikel Selanjutnya
Menerka Harga Mobil Hybrid Daihatsu