Sukses

Komentar Pembalap Usai Geber All New Honda Brio

Liputan6.com, Jakarta - Dua pembalap nasional Alvin Bahar dan Rio SB dari Honda Racing Indonesia menyiksa all new Honda Brio di sela media test drive di kawasan Uluwatu, Badung, Bali.

Dua pebalap nasional itu menguji kestabilan dan kelincahannya dengan menaklukkan cornering (tikungan) dalam kecepatan tinggi dengan membentuk lingkaran atau donat dan angka delapan di satu area yang dibuat khusus untuk trek ujian Brio. Ada pula ujian zig-zagnya.

Menurut Alvin, All New Brio punya handling lebih lebih baik dari model lawasnya. Padahal semula dikira handling dan performanya akan berkurang, akibat dimensi bodinya lebih panjang.

Perlu diketahui, All New Honda Brio dikembangkan dengan konsep Proud Over Class. Realisasinya berupa penyempurnaan di berbagai aspek, termasuk memperpanjang jarak sumbu roda hingga 60 milimeter demi menciptakan ruang duduk belakang lebih besar. Ruang bagasinya juga lebih luas hingga 90 milimeter untuk menyediakan kapasitas lebih besar.

"Ternyata meski bodinya lebih panjang, saat cornering tetap stabil di kecepatan tinggi. Kemudian tetap lincah saat bermanuver, padahal bodinya lebih panjang. Jadi performanya tetap bagus seperti model lamanya," ungkap Alvin yang dijumpai di arena All New Brio di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Uluwatu.

Sebagai pebalap, kata Alvin, dengan performa demikian, All New Brio punya prospek sebagai mobil balap. Punya kemampuan stabil saat menaklukkan tikungan dengan kecepatan tinggi, All New Brio bisa memliki catatan waktu lebih cepat 0,5 detik dibandingkan Brio lawas.

 

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Merdeka.com sempat mencoba satu lap trek ini didampingi oleh Rio SB. All New Brio SR warna Rallye Red yang dikemudikan memang tidak bohong performanya. Kestabilannya sangat terasa saat dipacu untuk membuat tantangan lingkaran dan zig-zag.

Mesin All New Brio menggunakan 1.2L i-VTEC 4 silinder, yang disempurnakan untuk konsumsi bahan bakar lebih baik dengan mengurangi gesekan di setiap bagian mesin.

Tenaga maksimum mesinnya adalah 90 ps per 6.000 rpm untuk transmisi manual dan CVT. Sementara torsi maksimumnya 110 Nm per 4.800 rpm untuk transmisi manual dan CVT.

Honda juga mengurangi jumlah emisi dengan mengkombinasikan exhaust manifold dengan kepala silinder, dan menempatkan catalytic converter langsung di bawah exhaust manifold untuk meningkatkan pendinginan di ruang pembakaran.

Pembakaran juga ditingkatkan menggunakan busi elektroda anti-oksidasi dan adukan udara dan bensin di dalam katup melalui sistem katup tunggal.

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Bukan Mobilio, Brio Jadi Penyelamat Honda Sepanjang 2019
Artikel Selanjutnya
Kesalahan-Kesalahan yang Sering Dilakukan Peslalom Pemula