Sukses

Konica Minolta Ramaikan Pasar Kaca Film Nasional

Liputan6.com, Jakarta - Pasar kaca film di Tanah Air semakin ramai, dengan kehadiran Konica Minolta. Dengan produk kaca film unggulan, ICE-u, merek asa Jepang ini hadir dengan pilihan pelindung matahari untuk mobil berperforma tinggi 

Diluncurkan pertama kali di Negeri Matahari Terbit pada 2011, kaca film ICE-u mulai menyebar di pasar global, termasuk Indonesia.

Melalui PT Global Auto International selaku distributor resmi kaca film ICE-u mempercayai bahwa berbagai keunggulan yang dimiliki kaca film ini, mampu bersaing dengan merek lain yang terlebih dahulu berada di Indonesia.

"Dengan keunggulan yang dimiliki oleh kaca film ICE-u dari Konica Minolta, kami yakin produk ini dapat merebut hati konsumen di Indonesia. Terlebih produk ini sudah dipercaya sebagai kaca film OEM dari salah satu mobil terlaris di Indonesia," jelas Andi Setiawan, Presiden Direktur PT Global Auto International, dalam acara Media Gathering di The Hook, Rabu (18/4/2018).

Saat ini, kaca film ICE-u sudah terpasang sebagai kaca film OEM dari Mitsubishi Xpander.

Untuk harganya, konsumen bisa mendapatkan kaca film ini mulai dari kisaran harga Rp 2 jutaan hingga Rp 7 jutaan, tergantung dari jenis dan ukuran mobil. Selain itu, dengan membeli kaca film ini mendapatkan jaminan purna jual selama lima tahun.

2 dari 2 halaman

Kaca Film Mengganggu Sinyal Hp?

Kaca film memiliki fungsi yang cukup penting bagi pemilik mobil. Dengan menggunakan komponen tersebut, pengemudi maupun penumpang bakal terhindar dari panas sorotan matahari.

Namun, dengan semakin canggihnya teknologi kaca film, yang kini sudah menggunakan material metal, ada pemilik mobil yang mengeluhkan sinyal handphone hilang karena penggunaan kaca film. 

Dijelaskan Lianto Winata V, Business Development Director PT V-Kool Indo Lestari, hal tersebut (sinyal handphone hilang) bukan disebabkan karena penggunaan kaca film.

"Kaca film kita, memang menggunakan metal tapi tidak memengaruhi sinyal handphone. Mobil itu tidak seperti kaleng, dan signal hape bisa masuk dari mana saja, termasuk celah-celah mobil," jelas Lianto saat berbincang dengan wartawan di Hotel Gran Mahakam, belum lama ini.

Lanjut Lianto, material mobil memang tidak hanya dari metal saja, tapi dari plastik atau karet. Jadi, pasti ada celah untuk signal tetap masuk ke dalam kabin mobil.

"Signal hape juga tidak sekuno itu, misalkan celah untuk masuk signal dikit signal juga dikit. Kalau sudah ada celah untuk masuk, ya sama saja jumlahnya. Mempengaruhi, tapi bukan hilang sepenuhnya," pungkasnya.

Merasakan Toyota Rush Generasi Terbaru
Loading