Sukses

Ferrari Bakal Tantang Tesla dengan Supercar Listrik

Liputan6.com, Jakarta - Ferrari akan membuat supercar bertenaga baterai untuk menantang mobil dari Tesla. Hal tersebut diungkapkan oleh Chief Executive Officer Ferrari, Sergio Marchionne.

Dilansir Bloomberg, Ferrari akan memperluas lini produknya untuk meningkatkan penjualan tanpa menghilangkan eksklusivitas dari mereknya yang erat dengan desain khas Italia dan supercar. Marchionne juga mengungkapkan akan memperkenalkan SUV pertamanya (yang diklaim tercepat di kelasnya) pada akhir 2019.

"Jika ada supercar listrik yang diciptakan, maka Ferrari menjadi yang pertama," ungkap Marchionne. "Semuanya terkagum-kagum dengan apa yang Tesla lakukan. Saya tidak meremehkannya, tapi saya pikir itu memungkinkan bagi kita semua," tambahnya.

Ferrari bertenaga listrik bisa memberikan kesempatan untuk Ferrari meningkatkan penjualan sekaligus mengalihkan minat pembeli dari Tesla. Saat ini, Tesla Roadster dan Model S menjadi model yang cukup disegani dan berbeda dibanding dengan pemain di industri otomotif lainnya.

"Kita melakukannya karena memang harus dilakukan," ungkap Marchionne. Rencana baru Ferrari akan diumumkan pada pertengahan tahun, salah satunya adalah mobil hybrid.

"Jadi melakukan perkembangan dari situ (hybrid) ke elektrik menjadi langkah mudah," pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 3 halaman

Demi Uang, Ferrari Rela Bermain Tanah

CEO Ferrari, Sergio Marchionne semakin mantap untuk meluncurkan crossoverpertama berlambang kuda jingkrak. Dilansir Carscoops, Sergio Marchionne masih mempertimbangkan jumlah crossover yang akan dibuat dalam 30 bulan ke depan. Untuk tetap mempertahankan eksklusivitas, Ferrari crossover akan tetap dibuat terbatas.

Belum diketahui filosofi desain seperti apa yang akan diadopsi oleh pabrikan asal Italia ini. Namun, Marchionne menegaskan crossover tersebut akan dibuat dengan cita rasa Ferrari. Kabarnya crossovertersebut merupakan bagian dari rencana pemetaan perusahaan 5 tahun yang akan diperkenalkan dalam waktu dekat.

Dilansir Bloomberg, langkah menambahkan mobil berkabin lapang dengan kapasitas empat orang menjadi salah satu dorongan untuk menyerap lebih banyak pasar dibanding bertahan di pasar ceruk supercar. Tujuan utamanya untuk menggandakan keuntungan pada tahun 2022 mendatang.

 

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Crossover tersebut dikabarkan akan bergaya body coupe dengan ground clearance tinggi dan pintu model suicide. Gopip lainnya yang beredar adalah penggunaan platform aluminium dan ditenagai oleh mesin V8 atau hybrid.

Sementara itu, SUV dari pesaingnya, Lamborghini Urus akan memulai penampilan perdananya pada ajang Sant’Agata Bolognese, Italy, pada 4 Desember mendatang. Lamborghini mengklaim SUV tersebut sebagai Super SUV yang memiliki kelas tersendiri dengan kemampuan off-road di medan pasir .

Artikel Selanjutnya
KTM Luncurkan Motor Sport 250 cc dengan Knalpot Samping, Berapa Harganya?
Artikel Selanjutnya
Toyota MR2 Spyder, Mobil Mesin Tengah Legendaris Bikinan Jepang