Sukses

Tiga Jurus Jitu Toyota di Tahun 2018

Liputan6.com, Malang - Pasar otomotif di 2018 semakin ramai. Selain hadirnya sederet mobil Cina yang dianggap memiliki harga terjangkau dan sejumlah produk terbaru yang diprediksi siap dipasarkan di shio Anjing Tanah,  termasuk Toyota.

Di tengah ketatnya persaingan, ternyata PT Toyota Astra Motor telah meracik strategi agar tetap menjadi market leader di kancah otomotif nasional.

Hal ini dibocorkan langsung Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), Fransiscus Soerjopranoto. Kata dia, salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan memperkenalkan produk baru.

Introduce produk baru kenapa tidak? Rush salah satunya (yang lebih dahulu dijual). Selain itu, kami juga akan launching produk-produk baru juga,” ungkap Suryo di sela acara media test drive di Malang, Jawa Timur, Selasa (19/1/2017.)

Suryo mengatakan, bahwa produk-produk yang akan dilakukan perubahan akan disematkan juga dengan beragam teknologi dan fitur paling anyar dan mumpuni.

Selain itu, strategi lain yang akan dikembangkan Toyota di 2018 adalah meningkatkan atau mempertahankan layanan after sales.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

“Jadi jumlah outlet kami akan tambah tahun ini jadi 317 outlet, tahun depan akan kami tambah 10 outlet lagi jadi 327 outlet. Jadi customer lebih dekat dengan pelayanan service kami,” ucapnya.

Tak ketinggalan strategi lainnya adalah memberikan kemudahan kepada customer berupa penyediaan suku cadang atau spare part.

“Kami juga akan memberikan pelayanan-pelayan lain yang ditambah lagi, seperti mobile service, lalu kami datangi ke customer untuk service, kami percepat  proses service dengan express maintenance, kemudian perbaikan berkala hanya satu jam. Itu yang akan kami coba perbanyak,” jelasnya.

2 dari 3 halaman

Harga Toyota Rush Masih Sama, Apa Alasannya?

Meski generasi baru dengan banyak ubahan, ternyata harga Toyota Rush terbaru sama seperti model terdahulu, yaitu paling murah dijual Rp 239,9 juta dan termahal Rp 261,3 juta dengan status on the road DKI Jakarta dan sekitarnya.

Kendati begitu, ternyata ada saja yang tak puas mengapa sekelas mobil anyar Toyota justru menurunkan harga. Sederet pertanyaan timbul, termasuk apakah Toyota kebakaran jenggot karena ada pengaruh persaingan otomotif semakin ketat, di mana kompetitor melahirkan produk baru.

 

 

Menanggapi hal tersebut, Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), Fransiscus Soerjopranoto angkat bicara. Di hadapan para awak media, pria yang akrab disapa Suryo itu akhirnya menjelaskan secara rinci.

“Karena Rush ini sudah 10 tahun di Indonesia, mulai dari market-nya yang hanya 5.000 unit sebulan lalu, berkembang empat kali lipat marketnya. Tetapi kami lihat, kami punya loyalistis, dan community(komunitas) khusus di Indonesia,” jelas Suryo di sela acara media tes drive di Malang, Jawa Timur, Selasa (9/1/2018).

Suryo mengatakan, untuk menentukan harga Toyota melakukan diskusi panjang dengan customermelalui komunitas. Di saat itulah, banyak masukan agar Rush dikembangkan namun harga terjangkau.

Dia tak menampik, untuk membuat  produk baru biasanya akan terpengaruh pada biaya produksi dan komponen. Hanya saja ada biaya yang dihilangkan untuk kali ini, salah satunya biaya logistik atau saat pendistribusian.

Untuk meminimalisir harga, maka salah satu satu model Toyota Rush TRD Sportivo yang menjadi banyak incaran, stocknya dibuat lebih banyak.

“TRD Sportivo matik yang less, lebih murah, itu saja. Karena itu kami lihat komposisinya yang lebih besar ada di TRD matik jualannya. Sehingga kami berharap customer merasakan apresiasi, sehingga kami tidak memberikan semuanya. Tapi apresiasi terbesar kami diberikan kepada TRD matik. Dalam bentuk potongan Rp 3 juta,” ungkap Suryo.

Artikel Selanjutnya
Toyota Bakal Rombak Avanza Tahun Ini?
Artikel Selanjutnya
Harga Toyota Rush Masih Sama, Apa Alasannya?