Sukses

Wajah Baru Mercedes G-Class, Lebih Tampan dan Macho

Liputan6.com, Stuttgart - Setelah membocorkan teaser dan spesifikasi dari G-Class generasi terbaru, kini wajah dari SUV andalan Mercedes-Benz sudah mencuat sebelum peluncuran resminya di North American International Auto Show.

Nama G-Class tentu akan menyandang tanggung jawab yang besar seperti pendahulunya. Pengujian model baru dilakukan dengan cara yang ekstrem. Dilansir Carscoops, G-Class diuji di kawasan Schöckl , sebuah gunung dengan ketinggian 1.445 meter.

Satu tujuan dari pengujian tersebut adalah untuk memastikan G-Class generasi terbaru lebih tangguh melahap medan off-road dibanding pendahulunya.

Untuk mempertahankan kekuatannya, G-Class tetap menggunakan sasis berjenis ladder. Bagian depan menggunakan suspensi independen dan new front axle yang diklaim menjadi salah satu senjata rahasianya. Rear axle diperbarui dan dikatakan sanggup menapak lebih baik.

G-Class menawarkan sudut approach dan departure masing-masing 31° dan 30°. Kemampuannya mengarungi air mencapai ketinggian 70 cm.

Belum ada informasi mengenai mesin yang ditawarkan, namun transmisi yang digunakan adalah 9G-Tronic 9 percepatan yang dipasangkan dengan tiga differential locks, rasio low range, dan mode berkendara G khusus melintasi medan off-road.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 3 halaman

Ada SUV Mercedes di Museum Porsche, Kok Bisa?

Ada pemandangan menarik di Museum Porsche yang berada di Stuttgart, Jerman. Pasalnya, terdapat sosok sport utility vehicle (SUV) Mercedes G-Class di antara koleksi mobil-mobil Porsche.

Sebagaimana dilansir Autoevolution, Sabtu (23/12/2017), dipamerkannya Mercedes G-Class di Museum Porsche bukan tanpa alasan. Terselip sejarah yang menarik sehingga SUV gagah itu diberi ruang pamer khusus.

Singkat cerita, pada 1985 Porsche ingin turun di kejuaran reli Dakar yang disebut Pharaoh’s Rally yang berlangsung di Mesir. Porsche membutuhkan mobil pendukung dari 959 yang sudah berprestasi di arena gurun pasir.

 

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Lantaran belum memiliki produk SUV dan Porsche Cayenne masih jauh dari waktu kelahirannya, akhirnya Porsche memutuskan untuk membeli Mercedes G-Class dan mengubahnya menjadi mobil reli gurun.

Mesin bawaan Mercy dicopot lalu diganti mesin V8 Porsche 928 yang sanggup menyemburkan daya hingga 316 Tk dengan kecepatan tertinggi 180 km/jam. Hasilnya, mereka mampu menaklukan Pharaoh’s Rally.

Kini semua orang bisa melihat mobil bersejarah ini setelah disembunyikan di fasilitas penyimpanan rahasia selama berpuluh-puluh tahun.