Sukses

McLaren Senna, Pembuktian Warisan Pembalap Legendaris Formula 1

Liputan6.com, Jakarta McLaren akhirnya memperkenalkan hypercar terbarunya, yaitu McLaren Senna. Nama tersebut untuk menghormati pembalap Formula 1 legendaris, Aryton Senna, yang memenangi balapan bergengsi tersebut bersama McLaren pada tahun 1988, 1990, dan 1991.

Dilansir carscoops, Mike Flewitt, bos McLaren, mengatakan, "McLaren Senna adalah mobil yang berbeda dengan mobil lainnya. Ini adalah personifikasi DNA McLaren di dunia motorsport. Bisa digunakan di jalan raya, tapi didesain dan dikembangkan untuk tampil gemilang di sirkuit. Setiap elemen pada Ultimate Series McLaren dikembangkan untuk fokus pada performa, diasah untuk menciptakan komunikasi murni antara pengemudi dan mesin, sekaligus mengantarkan pengalaman berkendara terbaik yang hanya bisa ditawarkan McLaren."

Sasis ekstra ringan pada McLaren Senna merupakan hasil penyempurnaan dari platform dan panel bodi milik 720S. Kini bobot keringnya hanya 1.198 kg, lebih ringan 220 kg dibanding McLaren 720S. Ini membuatnya menjadi mobil McLaren teringan sejak McLaren F1.

Senna mengadopsi mesin 4,0 liter twin turbo V8 yang menghasilkan tenaga 800 Tk dengan torsi puncak 800 Nm. Tenaga dari mesin disalurkan ke roda melalui transmisi kopling ganda 7-percepatan. McLaren Senna hanya dibuat sebanyak 500 unit. Tiap unit dibanderol £750.000 (setara Rp 13,5 miliar) dan unitnya sudah habis terjual.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 2 halaman

Berapa Biaya Perawatan McLaren F1, Mahal atau Sangat Mahal?

Memiliki McLaren F1 sepertinya tidak hanya mahal saat membelinya, tapi juga dalam hal perawatan. Hal itulah yang dirasakan mantan pemilik McLaren F1, Bruce Weiner, yang harus menyediakan dana ekstra besar untuk merawat supercar asal Inggris tersebut.

Melansir Carscoops, ditulis Rabu (13/12/2017), mantan pemilik McLaren F1 membeli mobilnya seharga US$ 1,2 juta. Setelah beberapa bulan, kemudian sang pemilik menjualnya karena menemukan biaya yang sangat mahal untuk melakukan perawatan.

 

 

Selain itu, Weiner menegaskan bahwa pemilik F1 sebelumnya membayar US$ 300 ribu untuk cat ulang mobilnya. Ketika Weiner mengambil kunci, ia menemukan bahwa banyak komponen F1 yang perlu diganti setiap beberapa tahun sekali, bahkan jika mobil tidak digerakkan.

Misalnya, sel bahan bakar perlu diganti setiap lima tahun sekali, dengan biaya US$ 100 ribu. Selain itu, kopling harus diganti dua sampai tiga tahun sekali, dengan biaya US$ 50 ribu.

Untuk diketahui, McLaren P1 dipersenjatai dengan jantung mekanis V8 berkapasitas 3,8 liter twin turbocharger yang dikombinasikan dengan motor listrik.

Dengan kombinasi mesin tersebut, daya keseluruhan yang dihasilkan supercar ini mencapai 916 Tk dengan torsi 928 Nm.