Sukses

Perhatikan, Ini Cara Pasang Sabuk Keselamatan yang Benar

Liputan6.com, Jakarta - Seat belt atau lebih tepatnya safety belt (sabuk keselamatan) memiliki peran penting dalam hal keselamatan berkendara. Perangkat ini banyak disepelekan oleh sebagian pengendara ataupun penumpang. Ribet menjadi salah satu alasan mereka.

Sebagai perangkat keselamatan pasif, seat belt wajib di dalam mobil. Jika mengalami kecelakaan, sabuk keselamtanlah yang paling pertama memberikan perlindungan dengan menahan tubuh agar tidak terpelanting.

Service Manager Plaza Toyota Parman Suanda memiliki beberapa tips memasang sabuk keselamtan yang benar. Menurut dia, kencangkan sabuk keselamatan sebelum kendaraan bergerak dan tidak disarankan untuk melepasnya saat berkendara menjadi kunci utama penggunaan fitur keselamatan ini. Perlu diingat, sabuk keselamatan juga wajib dikenakan oleh penumpang belakang.

"Penumpang di baris tengah dan belakang yang tidak menggunakan sabuk keselamatan, bukan hanya membahayakan diri sendiri melainkan juga orang di depannya,” ujar Parman kepada Liputan6.com, Kamis, (19/1/2017).

Perlu diingat, bagi pengemudi maupun penumpang dilarang  duduk di tepi kursi atau bersandar pada dashboard. Selain itu tidak di sarankan meletakan barang dipangkuan.

Aturan duduk yang benar pun pada dasar tidak diperbolehkan bersandar pada kaca pintu dan sisi pilar. Selain itu, janganlah berlutut di kursi penumpang menghadap sisi pintu ataupun mengeluarkan kepala serta tangan keluar jendela.

Berikut beberapa tips penggunaan sabuk keselamatan yang benar:

Posisi duduk
a. Duduk dengan tegak dan sejajarkan punggung dengan sandaran kursi, serta sejajarkan kepala dengan telinga, posisi duduk jangan terlalu dekat dengan setir
b. Hindari menurunkan sandaran kursi lebih dari yang dibutuhkan. Jika sandaran diturunkan secara berlebihan saat terjadi kecelakaan sabuk bisa saja melewati pinggang dan menahan perut secara paksa sehingga mencederai leher dan dapat menyebabkan cedera serius.

Kencangkan sabuk
a. Ukur sabuk hingga menutupi bahu, tidak lebih rendah dari bahu. Tekan pelat ke dalam pengikat logam sabuk sampai terdengar bunyi klik
b. Selama berkendara , hindari menyesuaikan posisi kursi atau melepaskan sabuk pengaman
c. Pastikan posisi sabuk di pinggang melewati panggul di bawah perut dan sabuk tidak terpelintir
d. Pengendara dan penumpang disarankan duduk dengan posisi tubuh yang benar.

Loading
Artikel Selanjutnya
Anies Pastikan Jakarta Jadi Rumah untuk Semua Kalangan
Artikel Selanjutnya
M Taufik: Jakarta sebagai Ibu Kota Berakhir Juni 2020