Liputan6.com, Jakarta - Penggunaan aditif dipercaya sebagai salah satu alternatif dalam menjaga konsumsi BBM tetap irit hingga mendongrak performa kendaraan. Namun, produk padat yang umumnya terbuat dari bahan kimia itu dipercaya turut punya efek buruk terhadap kesehatan mesin.
Umumnya, produk-produk aditif yang ada di pasaran berbalut produk impor, alias luar negeri. Kini, alternatif solusi justru datang dari produk dalam negeri dengan nama Norival.Â
Menurut Torry Parantoro, salah satu distributor Norival, aditif yang dibuat dengan bahan kimia umumnya sulit larut dengan bensin. Sehingga dalam banyak kasus itu bisa menimbulkan kerak pada mesin.
"Kalau yang bentuk pil itu umumnya sulit larut. Kemudian ada yang terbuat dengan campuran kerosin justru membuat karet-karet pada mesin cepat getas," papar Torry.
Karena itu, produk aditif Norival yang didistribusikannya justru terbuat dari bahan alami sebagai solusi. Norival, lanjut Torry, menjadi salah satu aditif yang terbuat dari minyak atsiri.
"Ini dari bahan alami. Aromanya saja seperti minyak pijat," ujar dia saat berkunjung ke markas Liputan6.com di SCTV Tower, Jakarta pada Rabu (22/10/2014).
Norival Energy Fule Enhancer (EFE) contohnya, kata Torry, merupakan inovasi di kelas Organic Fuel Additive. Sehingga tak beracun dan tidak menimbulkan korosi.
Adapun, Noriva EFE tidak seperti aditif pada umumnya yang bekerja pada satu aspek saja. Di samping meningkatkan kinerja mesin, carian ini juga memberikan kebutuhan energi yang sesuai dengan spesifikasi dan teknologi mesin.
"Dengan kinerja mesin yang maksimal sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan, otomatis komponen mesin jadi lebih awet," klaim Torry. "Efisiensi bahan bakar ketika pakai Norival bisa mencapai 30 persen," sambung dia.
Torry menguraikan, Norival sendiri tersedia dalam sejumlah varian, yakni Silver (8:1-8.8:1), Gold (9:1-9.8:1), Platinum 10:1-10.8:1, Diesel, dan Oil Enhancer, yang masing-masing diperuntukkan untuk jenis mesin hingga tingkat kompresi.
"Harganya mulai Rp 45 ribu untuk Gold dan Platinum Rp 75 ribu," tuntasnya.
Bahkan, walau kerap diremehkan karena menyandang nama dalam negeri, Torry berani menjamin kualitas dari Norival. Untuk itu, pria yang juga pecinta motor gede ini berani menguji kehandalan dari produk tersebut andai ada pihak yang meragukannya.
Adapun, untuk pembelian Norival, dapat dilakukan pada titik selling point yang terdapat di berbagai provinsi di Tanah Air. Untuk mengetahui lokasi terdekat, konsumen dapat mengakses situs www.mynorival.com dan mengklik pilihan menu Selling Point. (Gst/Des)
Pakai Ini, Konsumsi BBM Anda Diklaim Irit Hingga 30%
Dikatakan, selain meningkatkan kinerja mesin, carian ramah lingkungan ini juga mendongkrak kebutuhan energi.
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/754644/original/069484700_1413972149-Norival_Full_Energy_2.jpg)
Perbesar
Advertisement
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- BRI Raih Katadata ESG Insight Award 2026, Pemberdayaan UMKM Jadi Penguat Kinerja Sosial6 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
- Sampah Sisa Makanan Hasilkan Emisi, KLH Ungkap Cara Mengolahnya15 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
- Industri Pertambangan Diminta Perkuat Dekarbonisasi1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
- PepsiCo Indonesia dan Bali Waste Cycle Ubah Limbah Plastik Jadi Papan Penunjuk Arah2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
- Kelola Sampah Jadi Energi, PSEL Bogor Raya 1 Kurangi Emisi 640.000 Ton4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
- 1.200 Ton Sampah Bandung Diolah Jadi Sumber Energi5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
- Tekan Polusi, Jaksel Gencarkan Penghijauan5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
- Petani Sawit Swadaya Dapat Dukungan Rantai Pasok Berkelanjutan5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
- Mengenal Perdagangan Karbon Sebagai Sumber Ekonomi Baru5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
- Jakarta Padamkan Lampu 60 Menit pada 19 September, Cek Lokasinya5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
- Jangan Diburu! Penyu Jadi Spesies Kunci dalam Keseimbangan Ekosistem Laut1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
- Saat Rak Supermarket Jadi Kunci Dorong Pola Makan Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357131/original/047451800_1790234905-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356940/original/051953100_1790227062-HOAX__20_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356963/original/076849000_1790227753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-24T122607.841.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348780/original/066704200_1789457937-cek_fakta_-_pekerja_migran.jpg)