Liputan6.com, Jakarta - PT Biru Semesta Abadi bekerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga mengembangkan layanan depo air minum isi ulang berbasis kontainer di SPBU Pertamina sebagai bagian dari pengembangan layanan non-bahan bakar (non-fuel retail).
Realisasi kerja sama tersebut ditandai dengan peluncuran perdana Biru Container di SPBU Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur. Layanan ini menjadi proyek percontohan sebelum dikembangkan di wilayah lain.
Surabaya dipilih sebagai lokasi awal karena memiliki nilai historis dalam perkembangan industri depo air minum isi ulang di Indonesia serta menjadi lokasi kantor pusat PT Biru Semesta Abadi. Teknologi dan standar operasional depo air minum isi ulang Biru pertama kali dikembangkan di kota tersebut sejak 1998.
Advertisement
Biru Container merupakan format gerai Air Minum Biru yang dirancang untuk ditempatkan di area SPBU dengan sistem pengolahan dan standar kualitas yang sama dengan gerai Air Minum Biru lainnya. Layanan ini menggunakan teknologi ozon, dengan standar harga, jam operasional, dan pelayanan yang setara dengan ratusan gerai Air Minum Biru di berbagai daerah.
Perbedaan utama terletak pada desain fisik berbasis kontainer yang disesuaikan dengan karakter lokasi SPBU. Dalam tahap uji coba, kapasitas layanan Biru Container mencapai hingga 600 galon per hari.
Direktur PT Biru Semesta Abadi Yantje Wongso mengatakan peluncuran tersebut merupakan realisasi dari rencana kolaborasi yang telah disusun bersama Pertamina.
“Apa yang telah kami canangkan sebagai payung kerja sama dengan Pertamina di bulan Februari 2025, pada hari ini mulai kami realisasikan. Inovasi ini kami rancang agar dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Yantje.
Jadi Nilai Tambah bagi SPBU
Sementara itu, Senior Officer Non-Fuel Retail Business PT Pertamina Patra Niaga Ariyanti Chandra Dewi menyampaikan bahwa diversifikasi layanan menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan daya saing SPBU.
“Pengembangan non-fuel retail merupakan fokus kami untuk menghadirkan nilai tambah bagi SPBU dan pelanggan. Kolaborasi ini membuka peluang layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari,” kata Ariyanti.
Model pengisian langsung tanpa layanan pengantaran yang diterapkan Air Minum Biru juga dinilai mendukung efisiensi energi dengan memanfaatkan infrastruktur yang telah tersedia.
Pada tahap awal, kerja sama tersebut menargetkan pengembangan hingga 20 gerai Biru Container di SPBU Pertamina secara bertahap. Setelah Surabaya, pengembangan direncanakan berlanjut ke Jakarta pada Maret 2026 sebelum diperluas ke kota-kota lain.
Dalam jangka panjang, Pertamina Patra Niaga membuka peluang pengembangan layanan non-bahan bakar di jaringan SPBU yang jumlahnya mencapai ribuan unit di seluruh Indonesia.
Peluncuran Biru Container ini juga tercatat oleh Museum Rekor Dunia Indonesia sebagai depo air minum kontainer pertama di Indonesia.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937406/original/087834900_1725530761-Infografis_SQ_Prabowo_Bidik_Pertumbuhan_Ekonomi_Tembus_8_Persen.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333105/original/058967100_1787731972-Screenshot_2026-08-26_132052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3737806/original/026894900_1639896354-cek_fakta_NU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)