AAI Konsolidasikan Profesi Menuju Munaslub 2026, Integritas jadi Pondasi

Ruth menegaskan orientasi AAI ke depan harus berlandaskan profesionalisme, integritas, dan visi yang kuat untuk menjawab tantangan dunia hukum.

Diterbitkan 30 November 2025, 23:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Advokat dari berbagai daerah berkumpul dalam acara deklarasi pencalonan Ruth Simamora sebagai Calon Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) menjelang Munaslub Bersama 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat arah organisasi dan menegaskan pentingnya profesionalisme serta etika dalam profesi advokat.

Deklarasi berlangsung dalam suasana hangat dan inklusif, dengan penekanan pada pentingnya konsolidasi organisasi secara sehat dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Ruth menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam menjalankan profesi advokat, yang memiliki peran strategis dalam menjaga keadilan dan melindungi hak warga negara.

“Profesi advokat adalah profesi moral. Integritas menjadi dasar dari semua kerja-kerja advokasi,” ujarnya.

Ruth juga menyoroti perlunya penguatan ruang pembinaan bagi advokat muda, serta dukungan lebih besar bagi advokat perempuan. Menurutnya, organisasi harus memberi kesempatan yang setara bagi seluruh anggotanya untuk berkembang.

Ia menegaskan orientasi AAI ke depan harus berlandaskan profesionalisme, integritas, dan visi yang kuat untuk menjawab tantangan dunia hukum.

“Rumah kita adalah AAI. Keteguhan organisasi hanya dapat terjaga jika kita memeliharanya bersama,” katanya, seraya menekankan pentingnya menjaga persatuan di tubuh organisasi advokat.

Ketua Tim Sukses Caketum Ruth Simamora, Yudhi Bimantara (Bima), menyampaikan bahwa Ruth secara resmi maju sebagai calon Ketua Umum pada Munaslub Bersama 2026. Ia mengajak seluruh advokat menjaga proses organisasi yang demokratis, beretika, dan mengedepankan kepentingan profesi.

Sejumlah tamu undangan turut menyampaikan pandangan mereka. Advokat Senior AAI Prof. Dr. OC Kaligis menyatakan dukungannya terhadap kehadiran kader perempuan muda dalam kontestasi organisasi. “Menyambut baik kader perempuan muda AAI dalam pencalonan Ketua Umum AAI 2026. Semoga Rumah Besar AAI dapat bersatu kembali,” ujarnya.

 

Harapkan Persatuan

Sementara itu, kader muda AAI Andreas Nahot menyampaikan harapannya terkait persatuan organisasi.

“Walaupun saat ini berada di kepengurusan yang berbeda, tetap berharap ke depan AAI dapat bersatu,” ungkapnya.

Para peserta menilai deklarasi ini bukan hanya momentum politik organisasi, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kembali marwah profesi advokat yang lebih akuntabel dan kolaboratif. Kehadiran para pengurus DPC AAI dari seluruh Indonesia juga dianggap menghadirkan ruang dialog yang lebih sejuk dan konstruktif di tengah dinamika internal organisasi.

Deklarasi tersebut diharapkan menjadi awal konsolidasi untuk menjadikan AAI sebagai rumah organisasi yang profesional, berintegritas, dan berpandangan ke depan.