Sukses

Kolesterol Jahat dan Makanan yang Harus Dihindari

Liputan6.com, Jakarta Kolesterol dapat disebabkan salah satunya oleh gaya hidup yang tidak sehat dan jarangnya berolahraga. Kandungan kolesterol dalam tubuh merupakan salah satu gangguan kesehatan yang paling sering terjadi. Melalui kolesterol, penderita memiliki risiko terkena stroke dan jantung dalam jangka panjang.

Namun sebenarnya tubuh pun harus memiliki cukup kolesterol yang sehat juga seimbang agar fungsinya bekerja.

Selain dapat meningkatkan risiko stroke dan jantung, kolesterol jahat pun dapat memicu obesitas.Satu hal yang sering diketahui banyak orang bahwa kolesterol berasal dari makanan berminyak yang sering dianggap paling berbahaya.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa alasan lain pula yang bisa menyebabkan kolesterol tinggi.

Melansir laman Times of India, kolesterol merupakan zat lilin, berlemak, dan lengket yang ditemukan di dalam tubuh. Selain ditemukan di dalam tubuh, kolesterol pun ditemukan di beberapa makanan hewani, seperti daging, telur, dan susu.

Bagi tubuh manusia, kolesterol sebenarnya berperan penting dalam produksi vitamin D, hormon, dan empedu. Nantinya mereka akan membantu proses pencernaan lemak yang diperoleh dari makanan.

Selain membantu untuk memproduksi vitamin D dalam tubuh, kolesterol pun merupakan bagian penting dari sel dalam tubuh yang mampu memberikan kekuatan dan fleksibilitas membran sel.

Kolesterol yang merupakan zat lilin, tidak bercampur dengan cairan dalam tubuh, seperti darah. Itulah mengapa kolesterol diangkut ke seluruh tubuh dalam bentuk lipoprotein, termasuk liporpotein densitas rendah dan tinggi, LDL dan HDL.

Mungkin tidak asing mendengar apa itu LDL. Bahasa yang sering dikenal masyarakat LDL adalah kolesterol jahat. Mengapa jahat? Karena jenis tersebut dikaitkan dengan penumpukan plak di arteri yang dapat menyebabkan penyumbatan.

Berlawanan dengan LDL, ada HDL atau yang biasa disebut kolesterol baik. HDL tersebut yang membantu membuang kelebihan kolesterol dalam tubuh Anda.

Bagaimana tubuh mengelola kolesterol?

Sebanyak 25 persen kolesterol dalam tubuh berasal dari sumber makanan, sisanya diproduksi oleh hati. Dengan mengonsumsi kolesterol yang berlebihan dapat dikompensasikan oleh tubuh dengan mengurangi jumlah kolesterol yang dibuat secara alami.

Di samping itu, saat Anda mengonsumsi makanan yang mengandung sedikit kolesterol, selanjutnya tubuh dapat meningkatkan produksi kolesterol dengan sendirinya.

Hal itu terjadi untuk memastikan bahwa akan selalu ada zat kolesterol yang cukup dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga keseimbangan.

Menurut penelitian, mengonsumsi makanan yang kaya kolesterol juga dapat secara efektif mengelola kadar kolesterol dalam tubuh. Beberapa makanan, seperti telur, sarden, kerang, dan makanan kaya asam lemak omega 3 lainnya dinilai dapat membantu mengurangi risiko kolesterol tinggi.

Usaha untuk menurunkan kolesterol dalam tubuh harus diseimbangkan dengan jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Berikut ini beberapa makanan yang dapat menyebabkan kadar kolesterol jahat meningkat dan tentunya harus Anda hindari.

1. Makanan berminyak

Penderita kolesterol dengan kadar yang tinggi perlu menghindari makanan yang mengandung kalori, lemak trans, garam berleebih, gorengan, dan makanan berminyak lainnya.

Makanan-makanan tersebut mengandung defisit nutrisi dan lemak berlebihan sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas, dan diabetes.

 

2 dari 2 halaman

2. Makanan penutup (dessert)

Makanan manis, seperti kue, es krim, dan kue kering dapat menyebabkan risiko diabetes. Di samping itu, peningkatan trigliserida selanjutnya dapat meningkatkan riisko penyakit jantung dan penyakit lainnya termasuk kolesterol.

Selain itu, sebagian besar makanan manis mengandung gula seperti itu rendah nutrisi dan tidak memiliki kandungan kalori saat dikonsumsi.

3. Daging olahan

Berhati-hati jika Anda senang menyantap daging olahan, seperti pada saat di pesta. Daging olahan seperti itu sebetulnya dapat menyebabkan kadar LDL meningkat.

Selain meningkatkan kadar LDL, mengonsumsi daging olahan itu pun dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker, khususnya kanker usus besar.

 

Reporter: Aprilia Wahyu Melati