Liputan6.com, Medan: Dua buruan utama polisi, Doktor Azhari bin Husin alias Azahari dan Noordin Mohammad Top, seakan lenyap ditelan bumi. Namun, polisi tak mengenal kata menyerah. Setelah mengumumkan sayembara senilai Rp 6 miliar, beberapa hari terakhir ini polisi telah menyebarkan ribuan foto kedua teroris kelas kakap itu di sejumlah daerah. Terutama di daerah yang diduga menjadi persembunyian Azahari cs [baca: "Mega Sayembara" dari Trunojoyo].
Langkah itu dilakukan sebagai upaya mempersempit ruang gerak Azahari dan kelompoknya. Di Sumatra Utara, misalnya. Ahad (19/9), aparat Kepolisian Daerah Sumut telah menyebar 2.000 foto Doktor Azahari cs ke berbagai tempat. Menurut Kepala Polda Sumut Inspektur Jenderal Polisi Iwan Panjiwinata, foto-foto itu disebarkan melalui aparat kepolisian resor di wilayah hukumnya. Selain menyebarkan foto, Iwan mengaku telah membentuk tim beranggotakan 675 personel khusus untuk memburu Azahari dan Noordin.
Lebih jauh Iwan mengungkapkan, foto-foto itu dapat dijumpai di bandar udara, pelabuhan, terminal, dan tempat keramaian di Kota Medan maupun daerah-daerah di Sumut. Polisi bahkan telah berkoordinasi dengan aparat pemerintah hingga tingkat rukun tetangga. Dengan demikian, warga Sumut dapat segera mengenali dan melaporkan kepada polisi jika menemukan atau mencurigai orang dimaksud.
Keseriusan jajaran Polda Sumut membekuk tersangka otak sejumlah peledakan bom di Tanah Air, termasuk pengeboman di depan Kedutaan Besar Australia di Kuningan, Jakarta Selatan, bukan tanpa alasan. Polisi mengantisipasi kemungkinan Azahari dan Noordin bersembunyi di wilayah Sumut karena letak geografisnya yang berdekatan dengan Malaysia.
Selain Sumut keseriusan serupa dilakukan Polda Sulsel yang juga berdekatan dengan Malaysia. Jajaran Kepolisian Daerah Sulsel menyebarkan ribuan poster bergambar Azhari, Noordin dan sejumlah tersangka teroris lainnya [baca: Polda Sulsel Menyebar Ribuan Poster Azahari Cs]. Salah satu lokasi yang diduga dijadikan persembunyian kedua buruan polisi nomor wahid itu adalah Kota Makassar, Sulsel.(YAN/Chaerul Darma dan Cuk Arbianto)
Langkah itu dilakukan sebagai upaya mempersempit ruang gerak Azahari dan kelompoknya. Di Sumatra Utara, misalnya. Ahad (19/9), aparat Kepolisian Daerah Sumut telah menyebar 2.000 foto Doktor Azahari cs ke berbagai tempat. Menurut Kepala Polda Sumut Inspektur Jenderal Polisi Iwan Panjiwinata, foto-foto itu disebarkan melalui aparat kepolisian resor di wilayah hukumnya. Selain menyebarkan foto, Iwan mengaku telah membentuk tim beranggotakan 675 personel khusus untuk memburu Azahari dan Noordin.
Lebih jauh Iwan mengungkapkan, foto-foto itu dapat dijumpai di bandar udara, pelabuhan, terminal, dan tempat keramaian di Kota Medan maupun daerah-daerah di Sumut. Polisi bahkan telah berkoordinasi dengan aparat pemerintah hingga tingkat rukun tetangga. Dengan demikian, warga Sumut dapat segera mengenali dan melaporkan kepada polisi jika menemukan atau mencurigai orang dimaksud.
Keseriusan jajaran Polda Sumut membekuk tersangka otak sejumlah peledakan bom di Tanah Air, termasuk pengeboman di depan Kedutaan Besar Australia di Kuningan, Jakarta Selatan, bukan tanpa alasan. Polisi mengantisipasi kemungkinan Azahari dan Noordin bersembunyi di wilayah Sumut karena letak geografisnya yang berdekatan dengan Malaysia.
Selain Sumut keseriusan serupa dilakukan Polda Sulsel yang juga berdekatan dengan Malaysia. Jajaran Kepolisian Daerah Sulsel menyebarkan ribuan poster bergambar Azhari, Noordin dan sejumlah tersangka teroris lainnya [baca: Polda Sulsel Menyebar Ribuan Poster Azahari Cs]. Salah satu lokasi yang diduga dijadikan persembunyian kedua buruan polisi nomor wahid itu adalah Kota Makassar, Sulsel.(YAN/Chaerul Darma dan Cuk Arbianto)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136323/original/018303500_1739855855-cek_fakta_keroncong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342869/original/054403100_1757402619-IMG-20250909-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/423199/original/200904aAzahari.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)