Jenderal Jusuf Tiada

Mantan Menhankam/Pangab itu meninggal dunia karena sakit. Dia meninggalkan istrinya Elly Saelan. Selama hidup, lelaki kelahiran Bone, Sulsel, 23 Juni 1928 itu menduduki berbagai jabatan penting di negeri ini.

Diterbitkan 09 September 2004, 05:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Makassar: Jenderal Jusuf. Begitu orang-orang di negeri ini mengenal Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia era Presiden Soeharto itu. Kini, pria bernama lengkap Andi Mohammad Jusuf Amir itu telah tiada. Lelaki kelahiran Kajuara, Bone, Sulawesi Selatan, 23 Juni 1928, itu meninggal dunia di rumahnya, Jalan Sungai Tangka Nomor 23, Makassar, Sulsel, Rabu (8/9) sekitar pukul 21.35 WITA. Jenderal bintang empat ini meninggalkan seorang istri bernama Elly Saelan.

Sejumlah kerabat dan pejabat, seperti Panglima Daerah Militer VII Wirabuana Mayor Jenderal TNI Suprapto hadir memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Hadir pula Gubernur Sulsel H.M. Amin Syam dan Kepala Kepolisian Daerah Sulsel Brigadir Jenderal Polisi Saleh Saaf dalam kesempatan tersebut.

Menurut rencana, jenazah almarhum dikebumikan di Pemakaman Islam Panaikang, Makassar, Kamis besok sesudah salat zuhur. Sesuai amanat almarhum, jenazah dikuburkan di samping makam anaknya, Jaury Jusuf Putra. Markas Besar TNI juga mulai Rabu malam ini telah memerintahkan seluruh markas TNI mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang.

Selama hidup, Jenderal Purnawirawan M. Jusuf pernah menduduki berbagai jabatan penting di negeri ini. Di masa Presiden Sukarno, ia pernah diangkat menjadi Menteri Perindustrian Ringan (1964-1966). Ia juga ditunjuk sebagai Menteri Perindustrian Dasar dan Ringan (1966-1967) serta Menteri Perdagangan Kabinet Ampera (1967-1968). Pada zaman Soeharto, dia kembali menjabat Menteri Perindustrian selama dua periode sejak 1968 sampai 1973. Dia juga menduduki posisi Menhankam sekaligus Pangab (1978-1983). Terakhir, Jusuf menjadi Ketua Badan Pemeriksa Keuangan periode 1983-1988.

Karier militer Jusuf dimulai dari ajudan Panglima Tentara dan Teritorium VII Wirabuana. Dia juga pernah menjabat Kepala Staf Resimen Infanteri di Manado (1953-1954). Ia pun pernah menduduki posisi puncak Komando Daerah Militer XVI Hasanuddin sebelum menjadi Menteri Perindustrian Kabinet Ampera.

Lulusan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat 1953 ini pernah mengenyam pendidikan di U.S. Army Infantery Officer`s Advanced Course dan Air Bourne Course, Fort Benning, Georgia, Amerika Serikat. Sebelumnya, ia menyelesaikan pendidikan di Hollandsch Inlandsche School (HIS), Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), Sekolah Menegah Atas, dan Combat Intelligence TNI AD.

Ketika menjabat sebagai Menhankam/Pangab, Jusuf kerap muncul di media massa. Menurut catatan, selama masa jabatan tersebut, ia telah 172 kali melakukan kunjungan kerja dengan menempuh jarak lebih dari 583 ribu kilometer.(AWD/Mohamad Takbir)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6