Sukses

Letusan Tak Dikenali Sejak 1600, Gunung Merbabu Masih Aktif

Warga sekitar Gunung Merbabu di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, tengah was-was. Dentuman disusul gempa di sekitar Gunung Merbabu yang terjadi beberapa waktu lalu itu sempat membuat mereka takut, kalau-kalau Merbabu menyusul Kelud.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono menuturkan, Gunung Merbabu masih tergolong aktif. Namun aktivitas vulkanik gunung setinggi 3.145 meter itu tak seaktif Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur.

"Masih tergolong aktif, tapi lebih aktif Kelud. Saat ini statusnya normal," kata Surono kepada Liputan6.com di Jakarta, Rabu (19/2/2014).

Hanya saja, Gunung Merbabu masih 'malu-malu'. Letusannya tak bisa dikenali sejak berabad-abad silam. "Letusannya tak dikenal sejak tahun 1600."

Dia menjelaskan, ciri-ciri gunung aktif, yakni adanya gempa dan asap dari fumarol (tempat keluarnya gas vulkanik). "Gunung aktif, ada gempa, ada ngebulnya, ada asapnya," papar Surono.

Namun masyarakat masih bisa menarik napas lega karena gunung itu saat ini terpantau masih normal. Surono menyatakan, dentuman yang terjadi Senin 17 Februari 2014 dan membuat sekitar 50 rumah rusak itu merupakan gempa tektonik biasa.

"Gempa tektonik, biasa," pungkas Surono.

Dentuman misterius itu terjadi pada Senin 17 Februari, sekitar pukul 06.00 WIB. Menurut warga Dusun Krajan, Desa Sumogawe, Kecamatan Gegatas, Kabupaten Semarang, gempa yang terjadi cukup kuat hingga genting rumah warga jatuh dan tembok rumah rusak. Selain itu, ada warga yang melihat cahaya seperti kilat di Gunung Merbabu.

Namun ketakutan akibat gempa dan dentuman Gunung Merbabu itu juga menyebar hingga ke Salatiga, Magelang, dan Boyolali. (Ndy/Riz)

Baca juga:
Sebelum Gempa, Lereng Merbabu Diserbu Kera Liar
Ketakutan Akibat Dentuman Gunung Merbabu Menyebar ke 3 Kota
Penjelasan Ilmiah Dentuman Misterius di Gunung Merbabu