Penyebab Pemuda Tewas Terbungkus di Kos Kebon Jeruk Masih Misteri

Keluarga sempat kehilangan kontak dengan Fajri sebelum dia ditemukan tewas di kamar kos. Penyebab kematiannya masih dalam penyelidikan polisi.

Diterbitkan 11 Oktober 2026, 14:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Fajri (24) ditemukan tewas terbungkus di kos Kebon Jeruk, penyebab masih misteri.
  • Polisi menunggu hasil labfor karena pemeriksaan awal tak tunjukkan kekerasan.
  • Penemuan berawal dari keluarga kehilangan kontak, pintu kos didobrak paksa.

Liputan6.com, Jakarta - Penyebab kematian Fajri (24), yang ditemukan tewas di kamar kos kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, masih menjadi misteri. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik (Labfor) untuk memastikan penyebab kematian korban.

Fajri ditemukan tewas dalam kondisi tubuh terbungkus di kamar kosnya di Jalan Salam IV, Kelurahan Sukabumi Utara, pada Kamis, 8 Oktober 2026, sekitar pukul 10.00 WIB.

Kapolsek Kebon Jeruk AKP Darto Napitupulu mengatakan, pemeriksaan awal belum menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan yang menyebabkan kematian korban.

“Untuk penyelidikan lebih lanjut sekarang lagi diperiksa di laboratorium Mabes Polri,” kata Darto, Minggu (11/10/2026).

Penemuan jasad Fajri bermula ketika keluarganya kehilangan kontak dengannya sejak Rabu malam, 7 Oktober 2026.

Kakak korban, Fani, mengaku masih berkomunikasi dengan adiknya melalui WhatsApp dan Instagram pada 4–6 Oktober 2026.

Namun, pada Kamis pagi, ibu mereka memberi tahu bahwa Fajri sudah tidak bisa dihubungi. Fani kemudian memesan ojek daring sekitar pukul 09.30 WIB untuk mengecek kondisi adiknya.

Saat tiba di lokasi, pintu kamar kos terkunci dan Fajri tidak menyahut ketika dipanggil. Penjaga kos sempat mencoba membuka pintu menggunakan kunci cadangan, tetapi gagal karena kunci dari dalam masih terpasang. Pemilik kos akhirnya dihubungi untuk meminta izin mendobrak pintu.

 

Kondisi Kamar

Setelah pintu terbuka, kamar ditemukan dalam keadaan gelap karena token listrik habis. Di atas kasur, tubuh Fajri terlihat tertutup selimut. Saat selimut disingkap, tubuh korban tampak terbungkus rapat dengan bahan berwarna hitam.

“Setelah selimut disingkap, tubuh Fajri terlihat terbungkus sangat rapat dengan bahan berwarna hitam dari kepala sampai kaki,” ujar Fani kepada wartawan, Minggu (11/10/2026).

Menurut Fani, tubuh adiknya sudah kaku dan dingin saat ditemukan.

Sebuah telepon seluler juga berada di dekat tubuh korban dalam kondisi sedang diisi daya. Informasi tersebut diperoleh Fani dari keterangan pengemudi ojek daring.

Pengemudi ojek daring dan penjaga kos kemudian keluar untuk memanggil ketua RT serta menghubungi polisi. Jenazah Fajri selanjutnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6