Pramono Buka-bukaan Soal Kendala Perluasan Transjakarta

Pramono mengaku masih terus mengupayakan perluasan Transjakarta agar terealisasi, mengingat perencanaannya sangat memerlukan modal.

Diterbitkan 09 Oktober 2026, 16:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Perluasan Transjakarta masih menunggu persetujuan Perda terkait penambahan modal.
  • Gubernur Pramono mengusulkan pendanaan melalui obligasi untuk proyek perluasan.
  • Perluasan mencakup moda transportasi laut dan udara, memerlukan modal besar.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan perkembangan terbaru mengenai rencana perluasan Transjakarta. Menurut Pramono, rencana ini masih dalam proses menunggu persetujuan.

"Kami masih menunggu soal perda itu, karena sebelumnya kami secara resmi juga sudah menyampaikan angkanya terkait penambahan modal di dalam BUMD tersebut," kata Pramono di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (9/10/2026).

Berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 23 Tahun 2026 mengatur tentang penugasan kepada PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) untuk penyelenggaraan prasarana layanan angkutan umum Transjakarta, Pramono mengusulkan salah satu perluasan opsi pendanaan salah satunya melalui obligasi.

Menurut Pramono, usulan ini diajukan untuk dapat dialokasikan kepada proyek dan program yang akan diatur dalam peraturan daerah (perda) salah satunya moda transportasi laut maupun udara.

"Berkaitan dengan Transjakarta, perluasan itu perdanya yang akan diatur dari transportasi laut, udara dan lain-lain," ujar dia.

Upayakan Persetujuan Perda

Menurut Pramono, persetujuan pendanaan ini masih abu-abu. Dia mengaku masih terus mengupayakan agar terealisasi, mengingat perencanaannya sangat memerlukan modal.

"Kami sudah anggarkan, termasuk permodalannya ditambah, itu memang suatu kebutuhan,” kata Pramono.

Dengan demikian, Pramono berharap pengajuan ini bisa diterima dengan baik dan mendapatkan fiksasi jelas.

“Tentunya akan menjadi final, jika kemudian ini sudah mendapatkan persetujuan dalam perda itu,” tandas Pramono.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6