Liputan6.com, Jakarta - Pejabat Fungsional Bea Cukai Madya pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, Ahmad Dedi (AD) kembali tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (9/10/2026).
Adapun yang bersangkutan, rencananya diperiksa terkait perkara dugaan korupsi di lingkungan DJBC.
"AD tidak hadir dalam pemeriksaan hari ini. Yang bersangkutan konfirmasi sedang dalam kondisi sakit," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.
Advertisement
Budi menambahkan, lembaga antirasuah akan segera melayangkan surat panggilan ulang kepada Ahmad Dedi.
"Agar proses penyidikan perkara ini dapat segera berlanjut," tegas dia.
"Terlebih komitmen KPK, agar setiap proses penegakan hukum tindak pidana korupsi dapat dilakukan secara tuntas dan efektif," sambung Budi.
Diketahui, Ahmad Dedi sebelumnya juga tidak bisa hadir dan memenuhi panggilan KPK pada 22 September 2026 dengan alasan serupa.
Pemanggilan Dedi saat itu menyita perhatian lantaran KPK tak secara lugas menyematkan klausul saksi dalam surat panggilan, melainkan melabelinya sebagai pihak terkait.
Dibandingkan pemeriksaan sebelumnya, seperti pada 30 Juli 2026, di mana ia diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi.
Â
Sikap Ketua KPK
Ketika ditanya perihal status Ahmad Dedi, Ketua KPK Setyo Budiyanto enggan memberikan jawaban spesifik. Ia meminta publik untuk menunggu kepastian pejabat Kementerian Keuangan tersebut.
"Ya, itu sebenarnya sudah ada sudah ada informasi ya. Barj pihak terkait. Ya, mohon bersabar saja menunggu nanti dari tim penyidikan yang tidak terlalu lama kita tunggu saja apa yang akan dilakukan oleh kedeputian penindakan lebih khusus dari direktorat penyidikan," kata Setyo.
Adapun dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan DJBC terjadi mulai periode Oktober 2025. Sejumlah oknum kepabean itu terlibat mengakali importasi barang.
KPK pun telah menetapkan mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC Rizal, Kasubdit Intelijen P2 DJBC Sisprian Subiaksono, Kasi Intel DJBC Orlando Hamonangan, serta tiga perwakilan PT Blueray yakni John Field, Andri, dan Dedy Kurniawan sebagai tersangka.
Penyidikan kemudian berkembang dengan menjerat dua pejabat internal lainnya, yakni Kasi P2 Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo dan mantan Kasubdit Penindakan P2 DJBC Gatot Heroe Hernanda.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485280/original/014174300_1769501374-IMG-20260127-WA0024.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369365/original/034444800_1791519895-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-09T112039.867.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342535/original/041645600_1788773436-HOAX__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5078809/original/005995500_1736144544-Screenshot_20250106_121234.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354067/original/062171700_1789997795-b36bfa8d-eab4-409a-a9ab-2d8279415c44.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1298223/original/097011300_1469504769-KPK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363450/original/027327300_1790862806-IMG-20261001-WA0052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361370/original/072534200_1790704059-Sepatu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344718/original/042797300_1788976324-iPhone_18_Pro.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356529/original/073676300_1790181220-IMG_20260923_142632_935.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356486/original/063180400_1790173762-IMG_20260923_140957_531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354431/original/011197400_1790051693-email-attachment_2026_09_22_immanuel-christian_lbea-cukai-tindak-impor-ilegal-beras-dan-garam-serta-balpres-senilai-rp27-miliar_IMG_7247.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355135/original/059758400_1790076348-IMG_8689.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309882/original/011202200_1785294583-09b640e2-a4aa-49aa-9dc6-bc654e52273f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355012/original/077252400_1790069243-Screenshot_20260922_161354_WhatsApp.jpg)