Sosok Neeltje Werimon, Pembawa Baki Upacara Penurunan Bendera di Istana

Neeltje Werimon, begitu dia disapa, tergabung dalam tim “Indonesia Adil Makmur”.

Diterbitkan 17 Agustus 2026, 17:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Neeltje Deliana Insjowi Werimon ditunjuk menjadi pembawa baki pada Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka pada Senin (17/8/2026). Neeltje Werimon, begitu dia disapa, tergabung dalam tim “Indonesia Adil Makmur”. Neeltje Werimon merupakan perwakilan Provinsi Papua. Berdasarkan keterangan Kesbangpol Kota Jayapura, Neeltje tercatat sebagai siswi SMA Negeri 8 Jayapura.

Putri pasangan Aiwoisendin Hendrik Werimon dan Steffi Edithya Florence Awom itu lahir di Jayapura pada 15 Mei 2010. Sebelum melanjutkan pendidikan di Indonesia, Neeltje sempat menempuh pendidikan di Amerika Serikat.

Perjalanan pendidikannya kemudian berlanjut di Papua. Sebelum menjadi siswi SMA Negeri 8 Jayapura, Neeltje bersekolah di SMP YPJ Tembagapura, Kabupaten Mimika.

Di sekolah tersebut, Neeltje bukan hanya aktif sebagai pelajar. Dia juga pernah dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua OSIS.

Neeltje juga memiliki latar belakang keluarga yang beragam. Dia disebut memiliki garis keturunan Papua, Belanda, Maluku, dan Sunda.

Formasi Tim Indonesia Adil Makmur

Dalam formasi tim “Indonesia Adil Makmur”, Neeltje Werimon didampingi pelajar lainnya. Atanasius Meyllano Frans Yogar dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), didaulat sebagai Komandan Kelompok 8. Atanasius merupakan siswa SMA Katolik Giovanni Kupang.

Sedangkan tugas sebagai pengerek bendera diamanahkan kepada Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana, Paskibraka perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menempuh pendidikan di SMAN 1 Taliwang.

Sementara itu, Mirza Rafi Navazani dari Provinsi Kalimantan Barat, pelajar SMAN 1 Sintang, dipercaya menjalankan tugas sebagai pembentang bendera.

Untuk formasi lainnya, posisi Komandan Kelompok 17 dipercayakan kepada Baruno Wicaksono, Paskibraka asal Provinsi Jawa Barat yang bersekolah di SMA Taruna Nusantara Cimahi.

Tugas sebagai Komandan Kompi Paskibraka dipercayakan kepada Kapten Pnb Bagus Setianto, yang saat ini menjabat sebagai Kapokops Flight FGS Skadud 5 Wingud 5 Lanud Sultan Hasanuddin.

Sementara itu, posisi cadangan pembawa baki dipercayakan kepada Ismi Ulfaida, Paskibraka putri asal Provinsi Sulawesi Barat yang merupakan siswi Sekolah Rakyat.

Pengibaran Sang Merah Putih

Pada Senin (17/8/2026) pagi, pengibaran Bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta dilakukan oleh Tim Paskibraka Indonesia Berdaulat.

Celina Olivia Apriani Theo, Paskibraka asal Kalimantan Barat yang bertugas sebagai pembawa baki menyerahkan bendera pusaka kepada pembentang bendera. Aryo Wira Zandhyka dari Bengkulu bertugas sebagai pembentang bendera.

"Bendera siap," ucap Aryo Wira.

Selanjutnya, lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang. Presiden Prabowo Subianto, para pejabat negara, dan masyarakat umum lantas langsung memberikan pengormatan kepada bendera merah putih.

I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti asal Provinsi Kalimantan Selatan bertugas sebagai pengerek bendera. Saat lagu Indonesia Raya selesai, bendera merah putih pun berhasil berkibar di halaman Istana Merdeka.

Tim Paskibraka Indonesia Berdaulat mengibarkan bendera merah putih dengan mulus tanpa kesalahan. Tak beberapa lama, Paskibraka kembali membentuk formasi untuk kembali ke sisi kanan Istana Merdeka, usai melapor kepada Prabowo bahwa upacara pengibaran bendera dilaksanakan.

Sontak, tepuk tangan menggema. Presiden Prabowo dan pejabat negara pun memberikan tepuk tangan kepada tim Paskibraka. Suasana makin meriah ketika puluhan merpati dilepaskan di halaman Istana Merdeka.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6